-
Tim ART sukses mendominasi Mandalika Racing Series dengan total raihan 7 podium bergengsi.
-
Performa buas Honda CBR 250RR bantu Bintang Pranata raih juara meski baru beradaptasi.
-
Ketangguhan CBR 150R antarkan Resky Yusuf raih podium walau menahan sakit cedera bahu.
Suara.com - Panasnya aspal Sirkuit Mandalika pada putaran ke-3 Mandalika Racing Series (25-26/7) menjadi saksi bisu ketangguhan pacuan Honda CBR series milik Astra Motor Racing Team (ART). Bukan sekadar adu kencang, sinergi antara kebuasan mesin dan insting tajam para pembalapnya sukses mengamankan total 7 podium di berbagai kelas bergengsi.
Dominasi ini tak lepas dari performa impresif Honda CBR 250RR yang diturunkan di kelas Nasional Sport 250cc dan Junior Sport 250cc U-18, serta ketangkasan handling CBR 150R di kelas Indonesia Talent Cup (ITC).
Di kelas Nasional Sport 250cc, Gery Salim membuktikan ritme balapnya yang kembali tajam di atas lintasan. Lewat pertarungan sengit sejak Superpole, ia berhasil memecah telur tahun ini dengan menyegel juara ketiga.
“Alhamdulillah kerja keras tim cukup bagus, Saya sudah berupaya untuk memberikan yang terbaik untuk tim dan saya berhasil podium 3 pada sprint race kelas NS250cc. Progres yang cukup baik untuk saya dan tim, saya yakin pada next round bisa podium,” kata Gerry.
Keganasan tenaga CBR 250RR racikan ART semakin tak terbendung di kelas Junior Sport 250cc U-18. Nabil Zahsena tampil agresif memacu limit motornya hingga keluar sebagai jawara di race 1, dikawal ketat oleh rekan setimnya, Bintang Pranata Sukma yang menempati podium ketiga.
“Fight yang cukup seru pada seri kali ini, dan alhamdulillah Nabil bisa amankan posisi meski sempat beberapa kali mencoba masuk sempat gagal namun akhirnya bisa diselesaikan dengan sempurna dan semoga di seri berikutnya bisa lebih baik,” beber Nabil.
Puncak pembuktian potensi mesin 250cc dua silinder ini justru meledak pada race ke-2. Bintang Pranata Sukma dan Ahmad Azel Savero sukses mendikte jalannya balapan dan mengunci podium 1 dan 2.
Menariknya, ini adalah momen pembuktian luar biasa bagi Bintang yang ternyata baru saja beradaptasi dengan karakter torsi dan engine brake dari CBR 250RR.
“Masuk di kelas Junior Sport 250cc U-18 ini adalah kali pertama saya menggunakan basic Honda CBR 250RR, adaptasi yang cukup singkat dan alhamdulillah saya berhasil membuktikan untuk menjadi yang terbaik,” ungkap Bintang Pranata.
Di sisi lain, tensi tinggi dan adu nyali di lintasan membuat Azel harus rela melepas posisi puncak meski motornya konsisten melaju kencang.
“Cukup seru untuk race 2 kelas Junior 250cc, sayangnya saya melakukan sedikit kesalahan yang membuat GAP dengan Bintang rekan satu tim menjadi jauh. Sebagai evaluasi dan pembelajaran, seri selanjutnya harus bisa lebih baik,” imbuh Azel.
Beralih ke kelas Indonesia Talent Cup (ITC), cornering speed dan kelincahan Honda CBR 150R menjadi senjata mematikan bagi trio Ahmad Azel Savero, Bintang Pranata, dan Resky Yusuf. Pada race 1, Azel yang sempat terpuruk di sesi kualifikasi berhasil membuktikan bahwa ritme motornya mampu mengiris barisan belakang demi menembus podium.
“Sempat melakukan kesalahan di QTT yang membuat saya harus start dari grid belakang, tapi alhamdulillah saya berhasil menyelesaikan balap dan menutupnya dengan podium 2,” ungkap Azel.
Drama adu mekanik berlanjut di race 2 hari Minggu. Duet Bintang dan Resky mengamuk sejak lampu start padam. Bintang yang sudah menemukan setup terbaik pada motornya sukses membayar tuntas kegagalannya di race pertama dengan melesat memimpin barisan.
“Pada race 1 saya memang melakukan kesalahan dan membuat gagal naik podium, maka dari itu saya sudah optimis bisa podium saat race 2 dan alhamdulillah sudah saya buktikan dengan menjadi juara 1 pada kelas tersebut,” bangga Bintang.
Sisi paling heroik datang dari Resky. Mengendarai motor sport menembus puluhan lap dalam kondisi cedera bahu usai insiden di Sirkuit Sepang jelas menyiksa fisik. Namun, performa motor yang stabil dan mudah dikendalikan membantunya tetap tampil menekan dan menyumbang podium krusial untuk tim.
“Syukur alhamdulillah cedera bahu saya masih bisa digunakan untuk balap, saya sendiri berupaya keras supaya poin di kelas ITC bisa lebih maksimal. Hal tersebut dikarenakan pada seri pentup nanti saya bakal absen karena bentrok dengan seri ATC Qatar dan semoga saya bisa amankan poin meski absen balap MRS,” Harap Resky.