- Crystalin Run Xperience 2026 akan diikuti 8.500 peserta di Lippo Mall Nusantara pada 4 Oktober mendatang.
- Penyelenggara menyediakan empat kategori jarak, termasuk kelas khusus bagi pekerja kantoran dengan aktivitas padat.
- Tim medis Siloam Hospitals dikerahkan sepanjang rute untuk mengantisipasi risiko cedera dan dehidrasi para pelari.
Suara.com - Geliat olahraga lari di kalangan anak muda urban Jakarta kembali hadir lewat Crystalin Run Xperience 2026 pada 4 Oktober mendatang.
Ajang lari ini akan diikuti 8.500 pelari dari berbagai level untuk menguji kemampuan sekaligus mencatat waktu terbaik mereka.
Event lari ini akan berlangsung di Lippo Mall Nusantara pada 4 Oktober 2026, menjadi puncak rangkaian tur nasional setelah sebelumnya digelar di Surabaya.
Kategori untuk Berbagai Level Pelari
Kompetisi lari jalan raya ini tidak hanya ditujukan bagi pelari yang mengincar podium. Penyelenggara menghadirkan empat kategori jarak, yakni 5K, 10K, Half Marathon 21K, serta Fun Run 2,5K.
Kategori Fun Run 2,5K mengusung tema "9-5 Workers" yang ditujukan bagi pekerja kantoran dengan aktivitas padat.
Kategori tersebut menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin tetap aktif di tengah kesibukan pekerjaan.
Fanny Ghassani selaku pegiat olahraga menilai fleksibilitas semacam ini membuat olahraga lari semakin mudah diakses.
"Saat ini, aku melihat lari sebagai olahraga yang accessible, sehingga semua orang bisa melakukannya," ujar Fanny menceritakan antusiasmenya.
"Olahraga tidak hanya dipandang sebagai aktivitas untuk menjaga kesehatan, tetapi juga sebagai kegiatan yang menyenangkan," tambahnya.
Bangun Ekosistem Komunitas Lari
Untuk menjaga konsistensi latihan setelah acara, penyelenggara juga meresmikan wadah komunitas lari bernama Crystalin Run.
Managing Director Water Division Crystalin, Andreas, menyebut pembentukan komunitas tersebut bertujuan agar para pelari dapat saling memotivasi dan memperbaiki teknik berlari.
"Harapannya, komunitas ini dapat mendukung runners dari berbagai tingkat pengalaman untuk terus bergerak dan berkembang bersama," ujar Andreas menjelaskan visi jangka panjangnya.
Pandangan serupa disampaikan Gatot Sudarsono dari komunitas IM Road Runner (IMRR) yang menilai latihan bersama dalam komunitas penting bagi pelari.