PB PORDI dan HGI Gelar Turnamen di Samarinda, Ribuan Atlet Adu Strategi

Rabu, 16 September 2026 | 15:50 WIB
Ilustrasi main game. [Dok. Canva]
  • Ribuan atlet bersaing dalam HGI Samarinda Tournament di Kalimantan Timur pada 12-13 September 2026.
  • PB PORDI dan HGI menyelenggarakan kompetisi tersebut untuk mengubah stigma di masyarakat.
  • Penyelenggara memastikan operasional turnamen mematuhi regulasi serta mendorong kebiasaan bermain secara sehat.

Pihak penyelenggara juga mendorong atlet dan pengguna membangun kebiasaan bermain yang sehat tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.

"Main gim untuk hiburan saja," pesan Ray memberikan edukasi kepada para peserta.

"Atur waktu bermain agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari," lanjutnya.

"Dan yang terpenting, jangan melakukan aktivitas yang melanggar aturan platform atau hukum yang berlaku," tegas Ray melengkapi imbauannya.

Upaya menciptakan lingkungan kompetisi yang bersih dan sportif tersebut mendapat dukungan dari induk organisasi olahraga terkait.

PB PORDI Ingin Ubah Stigma Domino

Ketua Umum PB PORDI, Andi Jamaro Dulung, menegaskan kemitraan dengan HGI dibangun karena adanya kesamaan visi dalam menjaga keamanan pemain.

"Keseriusan HGI dalam menciptakan lingkungan bermain gim yang aman dan bertanggung jawab menjadi salah satu alasan PORDI menjalin kemitraan strategis dalam pengembangan olahraga domino," ungkap Andi.

Menurut Andi, langkah tersebut penting untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap permainan ketangkasan yang membutuhkan kemampuan kognitif.

Di meja pertandingan, para atlet dituntut membaca probabilitas, menyusun strategi, dan mengambil keputusan dalam waktu singkat.

"Stigma itu yang ingin kami ubah," tekan Andi.

"Kami ingin menunjukkan bahwa domino juga bisa menjadi olahraga yang dimainkan dengan serius," tambahnya.

"Ada aturan, ada kompetisinya, ada pembinaannya, dan ada atlet yang berlatih untuk berprestasi," jelasnya merinci pilar olahraga tersebut.

Turnamen di Samarinda menjadi bagian dari pembinaan atlet sekaligus ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan dan mengejar prestasi.

"Ketika seseorang datang untuk bertanding, berlatih dengan serius, bertemu pemain dari daerah lain, lalu berusaha menjadi yang terbaik, di situlah kita melihat domino sebagai olahraga asah otak," pungkasnya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com