- Cabang wushu Indonesia meraih tiga medali perunggu Asian Games 2026 di Jepang pada Rabu.
- Atlet Bintang, Fereddy, dan Thania menyumbangkan perunggu setelah langkah mereka terhenti pada babak semifinal nomor sanda.
- Pelatih Victor Wiranata menilai persiapan kurang maksimal karena durasi pemusatan latihan dan uji coba terbatas.
Suara.com - Cabang olahraga wushu kembali menyumbangkan medali untuk Indonesia pada Asian Games 2026.
Tiga medali perunggu tambahan datang dari nomor sanda melalui Bintang Reindra Nada, Fereddy Sinaga, dan Thania Kusumaningtyas.
Ketiganya sama-sama berhasil menembus babak semifinal.
Namun, langkah mereka terhenti di empat besar sehingga masing-masing harus puas membawa pulang medali perunggu.
Bintang Reindra Nada tampil di kelas 60 kilogram putra.
Setelah mendapat bye pada babak pertama, Bintang mengalahkan wakil Turkmenistan Bayrammyrat Annamyradov pada perempat final.
Tiket final kemudian diperebutkan Bintang saat menghadapi wakil Hong Kong, Leung Yu Hong. Dalam pertarungan tersebut, Bintang harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 1-2.
Hasil serupa dialami Fereddy Sinaga di kelas 56 kilogram putra. Fereddy mendapat bye pada babak pertama sebelum menyingkirkan wakil Mongolia, Enkhtuvshin Erdenebayar, pada perempat final.
Fereddy kemudian bertemu wakil Vietnam, Dinh Van Tam, pada semifinal. Pertandingan tersebut menjadi laga terakhirnya setelah ia gagal mengamankan tiket ke partai final.
Sementara itu, Thania Kusumaningtyas mengawali kiprahnya di kelas 60 kilogram putri dengan kemenangan atas wakil Kirgizstan, Ainazik Rustambek Kyzy.
Ia kembali menang pada perempat final setelah mengalahkan wakil Uzbekistan, Shakhzoda Azatova, dengan skor 2-0.
Namun, perjuangan Thania terhenti di semifinal. Ia kalah 0-2 dari wakil India, Roshibina Devi, sehingga harus puas dengan medali perunggu.
Pelatih timnas wushu nomor sanda, Victor Wiranata, mengapresiasi performa para atlet meski hasil akhirnya belum sesuai dengan sasaran yang ditetapkan.
Menurut dia, para atlet sudah berusaha memberikan penampilan terbaik di arena.
"Kalau performa cukup puas sebenarnya, cuma mungkin hasilnya belum sesuai yang kita harapkan," kata Victor seusai pertandingan di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Jepang, Rabu (23/9/2026).