- Tiga atlet PB Djarum menjuarai BWF World Junior Championships 2026 setelah mengalahkan lawan-lawan mereka di partai final.
- Bakti Olahraga Djarum Foundation memberikan total bonus senilai Rp200 juta kepada para atlet, pelatih, serta ofisial yang terlibat.
- Keberhasilan tersebut menjadi bukti keberhasilan program pembinaan serta regenerasi atlet bulu tangkis usia dini di Indonesia.
Suara.com - Keberhasilan meraih medali emas di ajang BWF World Junior Championships 2026 membawa apresiasi bagi tiga atlet muda PB Djarum. Mereka mendapat bonus dari Bakti Olahraga Djarum Foundation dengan total penghargaan mencapai Rp200 juta bersama tim pelatih dan ofisial.
Ketiga atlet tersebut adalah Radithya Bayu Wardhana di sektor tunggal putra, serta pasangan ganda campuran Muhammad Luthfi Habibi dan Dian Ramadhani Mukti.
Apresiasi ini menjadi bentuk penghargaan atas pencapaian para atlet sekaligus dukungan terhadap proses pembinaan dan regenerasi bulu tangkis Indonesia.
Radithya dan Luthfi/Dian Tampil sebagai Juara Dunia Junior
Perjalanan ketiga atlet menuju podium tertinggi turnamen Grade 1 BWF tersebut tidak berlangsung mudah.
Pada nomor individu Eye Level Cup, Radithya Bayu Wardhana harus menghadapi rekan senegaranya, Fardhan Rainanda Joe, dalam final sesama wakil Indonesia.
Radithya akhirnya mengunci gelar juara setelah memenangi pertandingan tiga gim dengan skor 15-9, 11-15, dan 15-8.
Sementara itu, ganda campuran Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti menghadapi wakil China, Feng Yi Lang/Li Meng Han, pada partai final.
Pasangan Indonesia tersebut berhasil mengalahkan lawannya melalui pertandingan ketat tiga gim dengan skor 17-15, 8-15, dan 16-14.
Dua Juara Lulusan Audisi Umum PB Djarum
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengapresiasi perjuangan para atlet muda yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.
“Selamat kepada para atlet PB Djarum yang telah membuktikan diri di panggung dunia. Saya berharap, gelar juara ini dapat menjadi pelecut motivasi para atlet junior untuk dapat mencetak prestasi lebih tinggi lagi dan juga menjadi modal penting terutama ketika nanti melangkah ke jenjang senior, karena di level senior persaingan menjadi yang terbaik di dunia akan semakin ketat,” tutur Yoppy.
Dari tiga atlet yang meraih gelar juara dunia junior, dua di antaranya, yakni Radithya dan Dian, merupakan jebolan program pencarian bakat Audisi Umum PB Djarum.
“Kemenangan ini juga merupakan bukti bahwa proses pembinaan yang kami bangun harus dimulai sejak dini. Kami bersyukur, dua dari tiga atlet PB Djarum yang juara di WJC 2026 merupakan lulusan Audisi Umum PB Djarum. Ini menunjukkan bahwa Audisi Umum bukan pintu masuk bergabung dengan PB Djarum, tetapi gerbang untuk menjadi pebulutangkis dunia. Ke depan, kami akan terus menyelenggarakan Audisi Umum agar regenerasi terus berjalan dan Indonesia selalu melahirkan pahlawan bulutangkis di masa mendatang,” Yoppy menjelaskan.
Atlet Ungkap Perjuangan Meraih Gelar Juara