/
Kamis, 01 September 2022 | 07:11 WIB
Kejadian memilukan di Kota Baru Bekasi (Twitter/TMC Polda Metro jaya)

Tragedi memilukan yang terjadi di Jalan Sultan Agung, Kota Bekasi, Rabu (31/8/2022), melibatkan lebih dari 20 siswa Sekolah Dasar (SD) yang menjadi korban. Dari 20 siswa tersebut, 7 di antaranya tewas.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Polisi Latif Usman mengatakan, dalam peristiwa tersebut sebanyak total 30 orang menjadi korban, 10 orang luka-luka, dan 10 orang tewas yang didominasi oleh siswa SD sebanyak 7 orang.

"Anak sekolahan ada 20 orang lebih yang menjadi korban. Dan yang sudah meninggal tadi anak sekolahnya ada tujuh," kata Latif, Rabu (31/8).

Latif menyebut, banyaknya korban dari siswa karena para siswa hendak pulang dan para orang tua sedang menjemput.

"Kebetulan sedang berada di halte, sedang berkumpul, tiba-tiba ada kendaraan truk trailer dan menabrak 2 sepeda motor. Dan tiang Telkom ini menimpa kendaraan yang ada di seberang," katanya.

Imbauan Wakil Ketua DPR

Merespons tragedi tersebut, Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, meminta pemerintah untuk meninjau ulang jam operasional truk besar, menyusul kecelakaan truk trailer yang menelan sepuluh korban jiwa pada tragedi berdarah tersebut.

Cak Imin usul bahwa pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan pihak terkait lainnya membatasi jam operasional truk besar. Ia bilang, jam operasional truk besar sebaiknya diberlakukan saat aktivitas warga sepi.

"Segera mengevaluasi jam operasional truk besar, terutama di kawasan padat. Coba, misalnya jam operasional diatur malam, mulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB," kata Cak Imin dalam keterangan tertulis, Rabu (31/8).

Baca Juga: Pasca Kecelakaan Muat Truk Trailer, Begini Arahan Ridwan Kamil untuk Wali Kota Bekasi

Ia juga menyatakan keprihatinannya dan turut berbelasungkawa atas peristiwa kecelakaan truk besar yang menabrak tiang telekomunikasi dan menelan korban jiwa murid sekolah dasar (SD) di Bekasi itu.

Kecelakaan maut tersebut mengakibatkan 20 orang luka-luka. Sedangkan korban meninggal dunia 10 orang, 7 di antaranya murid SD. Seluruh korban dievakuasi ke RSUD Kota Bekasi dan RS Ananda.

Sumber: Suara.com

Load More