/
Kamis, 01 September 2022 | 09:42 WIB
ILUSTRASI angkutan kota. (Suara.com/Alfian Winanto)

Sukabumi.suara.com - Kabar soal kenaikan harga bahan bakar tengah banyak diperbincangkan. Sejumlah sektor akan terdampak dengan kenaikan harga bahan bakar ini, salah satunya angkutan kota (Angkot) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Para sopir yang akan menggelar aksi mogok jika pemerintah menaikan harga Pertalite. 

Agung Juniawan (32) supir angkot lintas 03 merasa sangat keberatan dengan adanya rencana kenaikan harga bahan bakar bersubsidi.

"Saya pribadi sebagai masyarakat kecil tentu sangat keberatan, sekarang aja penumpang dengan tarif 3 ribu rupiah sepi, apa lagi jika ada isu kenaikan harga BBM" katanya pada SuaraBogor.id, Rabu (31/08/2022).

Dalam satu putaran tidak menentu banyaknya penumpang yang diangkut, Agung berkata pernah ada dalam satu kali putaran tidak mendapatkan penumpang dan jikapun sedang ada hanya bisa membawa tiga sampai 8 orang penumpang.

"Dengan tarif penumpang sebesar Rp 3.000, jika sedang ramai saya bisa membawa pulang uang sebesar Rp 50.000 per hari," ucapnya.

Seluruh supir angkot di Cianjur akan menggelar aksi mogok jika sampai pemerintah menaikan harga BBM, ujar Agung. 

"Kalau demo di sini (Cianjur) tidak akan direspon, rencananya teman-teman supir angkot akan mogok kerja. Tetapi itu juga jika BBM mengalami kenaikan." ucap Agung.

Suryadi (55) salah satu supir angkot lintas 02 mengatakan hal yang serupa, dalam satu hari dirinya bisa hanya membawa 4 orang penumpang dalam satu putaran. 

Baca Juga: Harap-Harap Cemas Harga Pertalite Naik, Malam Ini Diumumkan Jam Berapa?

"Dengan tarif Rp 3.000 jika dalam satu putaran hanya membawa 3 orang penumpang saja tidak akan cukup untuk isi bensin, apalagi jika harganya naik," katanya.

Sebelumnya, ramai pemberitaan yang menyebut jika BBM jenis Pertalite akan mengalami kenaikan dari harga Rp 7.650/liter menjadi Rp 10.000/liter. Untuk bahan bakar jenis Solar yaitu Rp 5.150/liter menjadi Rp 7.200/liter. Sedangkan untuk pertamax semula Rp 12.500/liter akan naik menjadi Rp 16.000/liter.

Namun belakangan, terkonfirmasi jika kenaikan tersebut tidak terjadi per tanggal 1 September 2022.

Load More