/
Jum'at, 02 September 2022 | 20:30 WIB
Konten Zavilda TV (Tangkapan layar YouTube Zavilda TV)

Sukabumi.suara.com – Jagat media sosial belakangan dibuat heboh dengan kanal YouTube termasuk konten milik Zavilda TV. Saluran tersebut mencuri perhatian karena konten eksperimen sosial yang meminta orang tak dikenal yang tak berhijab untuk bersedia dipakaikan hijab dan pakaian tertutup.

Belakangan, konten tersebut menuai kontroversi dari netizen karena dianggap tidak mencermikan toleransi. Apalagi, pemilik kanal yang menjadi pembawa acara dalam konten yang sama juga meminta seseorang menggunakan hijab dengan kalimat yang menjurus seperti memaksa dan menghakimi.

Tak cukup sampai di situ, belakangan terungkap fakta baru yang menyebut bahwa ternyata konten-konten tersebut dibuat secara settingan.

Lebih lanjut, seseorang yang mengaku korban dan merahasiakan identittasnya membocorkan ke publik, bahwa maksud dari eksprerimen sosial yang selama ini digemborkan oleh Zavilda TV tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Hal tersebut lantaran korban mengaku aslinya sudah memakai hijab meski belum konsisten, namun dia diminta untuk melepaskan hijab tersebut demi konten. Bukan cuma itu, korban yang sama juga mengaku diminta untuk merokok demi kebutuhan konten.

"Saya disuruh buka hijab, terus pura-pura ngerokok. Tapi, saya ngerokok gak mau soalnya gak bisa asap. Cuma lepas hijab aja," katanya ditilik dari Twitter @littlevixen_ pada Jumat (2/9/2022).

Sesampainya di rumah, korban mengaku berpikir untuk meminta agar video yang sudah dibuat tidak ditayangkan. Namun, pihak Zavilda TV secara sepihak tetap menayangkan konten tersebut.

"Terus dia malah bilang 'di IG-nya gak hijab'. Tapi, kan di IG bisa saya kontrol karena emang sewaktu-waktu ada masa saya ingin memperbaiki diri. Eh dia malah up," curhat korban.

Di lain sisi, ada juga korban yang mengaku kesal dengan judul konten yang disematkan oleh Zavilda tanpa persetujuan terlebih dahulu.

Baca Juga: Disebut Eksploitasi Kemiskinan untuk Konten, Ini Penjelasan Baim Wong

"Awalnya mereka ngajak aku bilangnya buat video konten sosial eksperimen pakai cadar. Aku sih fine fine aja. Setelah selesai video, dia up YouTube dengan judul kata-kata insyaf lah, tobat lah, merenung lah," imbuh korban lain.

Korban kedua mengaku, ia sudah meminta Zavilda TV untuk menurunkan konten YouTube yang dimaksud, namun tidak digubris lantaran jumlah viewers-nya yang disebut sudah tinggi.

Load More