Sukabumi.suara.com - Indonesia memiliki keragaman budaya begitupun dengan agama. Indonesia memiliki 6 agama yang diakui, salah satunya Agama Buddha.
Dalam Agama Buddha dikenal dengan Trisuci Waisak. Adapun Trisuci Waisak merupakan 3 perayaan penting dalam umat Buddha. Itulah mengapa disebut dengan trisuci.
3 peristiwa penting yang masuk ke dalam Trisuci Waisak yaitu:
1. Lahirnya pangeran Siddharta di Taman Lumbini pada tahun 623 S.M.,
2. Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha di Buddha-Gaya atau disebut Bodh Gaya pada usia 35 tahun atau pada tahun 588 S.M.,
3. Buddha Gautama Parinibbana (wafat) di Kusinara pada usia 80 tahun pada tahun 543 S.M.
Dari perayaan Trisuci Waisak ditetapkan berdasarkan Konferensi Persaudaraan Buddhis Sedunia (World Fellowship of Buddhists - WFB) yang pertama kali diadakan di Sri Lanka pada tahun 1950. Bahwa perayaan ini dilakukan pada purnama pertama di bulan Mei.
Nama Waisak sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Vaikha. Veskha juga dikenal dengan nama Vesak atau Wesak dalam bahasa Sinhala.
Waisak sendiri merupakan salah satu nama bulan dalam penanggalan India Kuno.
Baca Juga: Ngeri! Pasangan Muda Tersambar Petir Saat Sedang Berduaan di Tenda
Di Indonesia perayaan Waisak yang berdasarkan dengan keputusan WFB bahwa secara tradisional dipusatkan di kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.
Dalam memperingati perayaan Waisak diadakan dengan melakukan ritual pokok sebagai berikut:
1. Pengambilan air berkat dari umbul (mata air) Jumprit di Temanggung serta penyalaan obor sumber api abadi si Mrapen, Grobogan.
2. Ritual "Pindapatta", yakni ritual pemberian dana makanan dari masyarakat (umat) kepada para biksu/bhikkhu sebagai bentuk kesempatan untuk berbuat kebajikan
3. Samadhi di detik-detik bulan purnama mencapai puncak. Penatapan bulan purnama ini berdasarkan perhitungan falak, itulah mengapa puncak purnama bisa terjadi pada waktu siang hari.
Selain itu hari Waisak ditetapkan sebagai hari libur nasional sesuai dengan Keputusan Presiden Indonesia Nomor 3 tahun 1983 tanggal 19 Januari 1983.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Gandeng BDO, Kawasan Rebana Disiapkan Jadi Magnet Investasi Global Berbasis ESG
-
Heboh Perang AS - Israel vs Iran Dikaitkan dengan Hadis Dajjal, Angka 70 Ribu Jadi Sorotan
-
Situasi Memanas: Otoritas UEA Tutup Ruang Udara, Ini Imbauan Khusus Bagi WNI di Abu Dhabi!
-
5 Rekomendasi Outfit Butter Yellow untuk Lebaran 2026 Paling Modis
-
Wakil Iran di PBB: Amerika Serikat-Israel Langgar Kedaulatan dan Integritas
-
The Citizen: Luka Imigran Muslim 2001 dan Wajah Amerika di Era Trump
-
Apa Fungsi Asli Baju Scrub? Viral Dipakai Pegawai SPPG hingga Ditegur Nakes
-
Kata-kata Berkelas Justin Hubner Usai Cetak Gol ke Gawang Nijmegen
-
Masih Ingat Djibril Cisse? Anaknya Kini Jadi Kapten Liverpool U-18 dan Beda Kewarganegaraan
-
Ulasan Novel Animal Farm, Ketika Kesetaraan Hanya Menjadi Ilusi