Sukabumi.suara.com - Sebagai orang tua tentunya kita ingin memberikan yang terbaik kepada anak. Termasuk dalam memberikan kesehatan fisik dan mental yang baik terhadap anak.
Kita sebagai orang tua diharuskan memberikan contoh yang baik, karena umumnya anak akan lebih mudah mengingat dan mencontoh apa yang kita lakukan.
Sebagai orang tua tentunya kita selalu memiliki selisih paham sehingga dapat mengakibatkan pertengkaran. Namun jika kita bertengkar di depan anak itu akan memberikan dampak buruk bagi tumbuh kembangnya. Lalu apa saja dampak buruk yang akan dialami sang anak? Berikut adalah dampak yang diberikan orang tua jika bertengkar di hadapan anak:
1. Menurunkan kemampuan kognitif pada anak
Sebuah studi pada tahun 2013 yang diterbitkan oleh Child Development mengatakan jika anak yang tinggal bersama dengan orang tua yang sering bertengkar akan mengganggu kinerja kognitif anak. Kognitif merupakan kemampuan perkembangan anak yang merujuk pada suatu kemampuan dalam memperoleh pengetahuan dan informasi tertentu.
Umumnya jika orang tua sering bertengkar di hadapan anak, maka anak kan sulit untuk mengatur perhatian dan emosinya.
2. Anak akan cenderung berperilaku kasar
Jika orang tua yang sering bertengkar di hadapan anak, umumnya anak akan berperilaku kasar. Karena pada perkembangan usia belia, anak bisa mengikuti apa yang kita bicarakan dan apa yang kita lakukan saat bertengkar.
Kemudian anak yang tinggal denga orang tua yang penuh konflik umumnya akan sulit untuk menjaga hubungan ataupun rentan mengidap trust issue atau kesulitan percaya terhadap orang lain.
Baca Juga: Polisi Akan Segera Panggil Rizky Billar Atas Laporan Kasus KDRT
3. Menurunkan rasa percaya diri pada anak
Anak akan merasa insecure atau malu saat berhadapan dengan orang lain. Dilansir dari health shot, menurut Parikh, pertengkaran dapat melukai harga diri anak, karena anak seolah berpikir bahwa dirinya adalah penyebab dari pertengkaran dan keretakan hubungan orang tuanya.
4. Dapat mengalami gangguan kesehatan
Jika anak merasakan gejala kecemasan, depresi akibat dari sering menyaksikan pertengkaran orang tuanya. Anak akan mengalami gangguan kesehatan. Salah satunya eating disorder. Dilansir dari halodoc, eating disorder bukan hanya gangguan makanan biasa, eating disorder merupakan kondisi kesehatan mental yang kompleks dan seringkali membutuhkan intervensi dari ahli medis dan psikologis untuk menanganinya.
Itulah dampak buruk jika anak menyaksikan pertengkaran orang tuanya. Ada baik jika orang tua memiliki selisih paham untuk menunda pertengkarannya, dan mengatasinya saat anak tidak ada ataupun sedang tidur, semoga bermanfaat.
Sumber: yoursay.suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Bekasi Mencekam! SPBE di Mustikajaya Meledak Hebat, Warga Berhamburan Mengungsi
-
ASN Sumsel WFH Tiap Jumat, Enak atau Justru Jadi Ujian Disiplin?
-
Api Tak Pernah Padam di Kebun Hindoli: Sumur Minyak Ilegal di Lahan Sawit, Siapa yang Biarkan?
-
Modus Dukun Pengganda Uang, Pria di Kemang Bogor Cetak Rp620 Juta Uang Palsu Pakai Printer
-
Identitas Terlacak! Polisi Segera Tangkap Pembunuh Pria yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah
-
Desa Pajambon Kuningan Bersinar Lewat Program Desa BRILiaN BRI, Berhasil Majukan Ekonomi Lokal
-
Detik-detik Perampokan Bersenjata di Indomaret Sekayu: Karyawan Ditodong, Brankas Dipaksa Dibuka