Sukabumi.suara.com - Berdasarkan dengan data yang diperoleh dari Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan anak (DP2KBP3A) bahwa sampai dengan bulan Oktober 2022 terdapat 27 kasus kekerasan. 27 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut diketahui ada 32 korban.
Hal tersebut diungkapkan oleh Wiwi Edhi Yulaviani selaku Kepala Bidang Perlindungan Pada Perempuan dan Anak (P3A) Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan anak.
"Paling banyak KDRT sampai hari ini ada 10 kasus. Sisanya variasi kasus seperti perundungan di sekolah dan lainnya," ucap Wiwi pada Selasa (11/10/2022).
Wiwi menjelaskan jika dari 32 korban selama tahun 2022. 11 orang diantaranya adalah orang dewasa dan 21 orang lainnya masih anak-anak.
"Detailnya tujuh anak laki-laki, 14 anak perempuan, dan wanita dewasa 11 orang," jelas Wiwi.
Faktor penyebab banyaknya kasus KDRT yang berada di Kota Sukabumi permasalahan ekonomi, pendidikan, sampai persoalan komunikasi di antara pasangan.
"Meningkat karena tahun ini ada jalur pelaporan terbuka. Tahun ini ada UPT Perlindungan perempuan dan anak dan layanan hotline 08111117545. Lewat saluran itu akan mudah untuk melapor," ucap Wiwi.
"Upaya pencegahan terus kita lakukan, mulai pencegahan sudah dijalankan, pendekatan ke organisasi, serta penyuluhan perlindungan terhadap perempuan dan anak," ujarnya.
Wiwi juga menyebutkan jika dari 27 kasus 50 persen diantaranya dilaporkan ke pihak berwajib arau dilanjutkan kasusnya secara hukum. Sedangkan sisanya diselesaikan di luar hukum.
Baca Juga: Manfaat Tidur Tanpa Menggunakan Busana
Wiwi juga mengatakan jika pada tahun 2021 sebanyak 41 kasus kekerasan pada perempuan dan anak dengan 57 korban yang terjadi di Kota Sukabumi.
Sumber: sukabumiupdate.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Naik Kapal Pesiar Bayar Berapa? Segini Harga Cruise 2026 dan Cara Belinya
-
Ketua KPK dan Wamen Hukum Beri Pesan Khusus di Pelantikan PERADI Profesional
-
Bikin Khawatir di Baeksang, Ini Alasan Mata Choo Young Woo Ditutup Perban
-
4 Sunscreen SPF 35 Proteksi Kulit dari Sinar UV, Harga Ekonomis Rp30 Ribuan
-
52 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 9 Mei 2026: Klaim Kartu 115-120 dan Tag Gratis
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
73 Kode Redeem FF Max Terbaru 9 Mei 2026: Raih Parasut, Skin Eclipse, dan MP40 Cobra
-
Mau Penghasilan Pencari Ikan Meningkat, Prabowo Targetkan 1.386 Ribu Kampung Nelayan Tahun Ini
-
Penjualan PS5 Anjlok usai Harga Naik, Sony Pastikan PS6 Sudah Dalam Pengembangan
-
Bentuk Tim Khusus, Polda Lampung Buru Pelaku Penembakan Brigadir Arya Supena