Sukabumi.suara.com - Pada Selasa (15/11/2022) sekitar pukul 18.00 WIB. Sebuah pom bensin mini dan bengkel tambal ban yang berada di kawasan GSI Blok C, atau tepatnya berada di Kampung Cibodas RT 02/03 Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, terbakar.
Diketahui akibat dari api yang menjalar sebabkan 3 kios yang ada disekitar terkena dampaknya. IPTU R Panji Setiaji selaku Kapolsek Cikembar membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut.
Ia membeberkan kronologi dari kebakaran tersebut, disebutkan kebakaran bermula saat pemilik dari pom mini dan tambal ban yaitu U, sedang menambal ban sepeda motor di kiosnya. Namun saat sedang menambal ada percikan api, yang kemudian menyambar BBM eceran miliknya.
“Ada percikan api yang menyambar BBM eceran milik U. Api kemudian menyambar satu mobil miliknya,” jelas Panji dilansir dari sukabumiupdate.com-jaringan suara.com.
Diduga percikan api tersebut timbul dari cawan spirtus yang digunakan untuk menambal ban. Cawan spirtus tersebut digunakan untuk memanaskan ban dalam pada sepeda motor.
“Saat api mulai membesar, U masuk ke rumah mengambil air untuk memadamkan api. Namun ketika U ke luar rumah, api semakin membesar dan U memanggil keluarganya untuk ke luar rumah dan menyelamatkan diri. Api kemudian merambat dan membakar satu sepeda motor Honda Verza miliknya dan tiga kios yang berdekatan dengan kios U,” ucap Panji.
Berdasarkan keterangan 3 kios yang ikut terbakar yaitu; konter milik F, kios gudang aksesoris milik A, dan kios telur milik I. Selain itu terdapat kendaraan milik U yang terbakar yaitu motor Honda Verza, lalu mobil Toyota Kijang nomor polisi F 1407 SG.
Pemadam kebakaran berhasil memadamkan api sekitar pukul 18.30 WIB. Dengan menurunkan 2 mobil kebakaran yaitu milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi Posko VII Cikembar dan milik PT Glostar Indonesia (GSI).
“Tak ada korban jiwa, kerugian diperkirakan Rp 500 juta," kata Panji.
Baca Juga: Seorang Mahasiswa UNPAD Tewas Dibunuh Temannya Gegara Sakit Hati
Sumber: sukabumiupdate.com
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Menjalin Cinta yang Sehat di Buku Bu, Pantaskah Dia Mendampingiku?
-
Sinopsis dan Fakta Menarik Phantom Lawyer, Yoo Yeon Seok Jadi Pengacara yang Bisa Melihat Hantu
-
Kurniawan Dwi Yulianto Mulai Bergerak, Timnas Indonesia U-17 Mulai Cari-cari Pemain
-
Tak Sekadar Renovasi, Pemerintah Sulap Kampung Kumuh Jadi Pusat Ekonomi Warga
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Berkat Persib dan Dewa United, Ranking Liga Indonesia Melesat Tajam
-
Berulangnya Kekerasan Anak: Bukti Negara Absen di Level Daerah?
-
Lepas Bayang-Bayang Viralitas 'EGP', Sundanis Buktikan Eksistensi Lewat Single 'Bad Mood'
-
Bosan dengan Hiruk Pikuk Kota? Temukan Oase Ketenangan Ramadan di Pinggir Pantai Dekat Jakarta
-
Langka! Cap Go Meh Bogor 2026, Saat Budaya Tionghoa Berpadu Syahdu dengan Buka Puasa Ramadan