Sukabumi.suara.com – Selebgram Gitasav kembali menuai kritik dan menjadi bahan pembicaraan. Perempuan yang terkenal akan kecerdasannya dan populer karena berkuliah di Jerman itu kedapatan menyebut orang yang menasehatinya dengan sebutan stunting.
Semuanya masih berawal dari pernyataan Gitasav yang dianggap mendukung gerakan LGBTQ saat mengomentari Timnas Jerman di Piala Dunia 2022.
Kemudian, ada salah seorang warganet yang menuliskan komentar di unggahannya karena dinilai tidak menerima kritik dan selalu merasa paling benar. Sayangnya, Gitasav membalas komentar tersebut dengan kalimat yang dinilai tidak sesuai dengan citranya sebagai seorang yang berpendidikan selama ini.
“Gua udah bacot-bacot, point yang lo bisa dapet adalah “Gita emang merasa paling benar” ya sis? Dulu lo stunting kali ya makanya agak lamban.” balas perempuan bernama asli Gita Savitri Devi tersebut.
Sekadar informasi, stunting adalah gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan gizi buruk, dan mengalami kondisi terserang infeksi yang berulang maupun stimulasi psikososial yang tidak memadai.
Komentar Gitasav itu nampaknya mengundang reaksi lain dan dinilai sangat sensitif. Alhasil, ada warganet lain yang menuliskan komentar dengan nada mengingatkan.
“Astagfirullah, kok bawa-bawa stunting sih… gimana kalo para ortu yang anaknya stunting baca… kalo ngetik dipikir dulu…” ujar akun bernama @raina***
Tak diduga, Gitasav rupanya membalas dengan komentar lebih tajam.
“Ya diurus dong anaknya, jangan malah maen instagram ngebacain komen di foto orang, ni lagi orang stunting nambah satu, Freak” ujarnya yang dinilai warganet sebagai bentuk hinaan.
Baca Juga: Viral! Pria Inisial K Bikin Denise Chariesta Skak Mat: Si Cadel Auto Mingkem Diulti Abangnya
Akibat komentarnya tersebut, saat ini Gitasav nampak menjadi trending topic di Twitter, dan banyak warganet yang menyayangkan perilakunya.
Bukan tanpa alasan, untuk diketahui stunting sendiri merupakan salah satu permasalahan kesehatan anak di Indonesia yang cukup menjadi perhatian.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati