Sukabumi.suara.com - Pada Senin (5/12/2022) seorang nelayan di Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi sedang mendapatkan keberuntungan, karena pelayan tersebut berhasil menangkap ikan kerapu dengan bobot mencapai 100,5 kilogram.
Ikan kerapu tersebut berhasil ditangkap di wilayah perairan Cibuni, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Diketahui bahwa sang nelayan mendapatkan ikan tersebut dengan cara tradisional, yaitu dengan metode rawe.
Metode rawe sendiri umumnya sangat banyak digunakan oleh para nelayan. Metode rawe sendiri sudah digunakan sejak jaman dahulu, dilakukan dengan menggunakan bantuan senar panjang yang akan diberi beberapa kail. Teknik rawe sendiri diketahui bisa mendatangkan ikan-ikan besar.
Berdasarkan video yang beredar di sosial media untuk mengangkut ikan kerapu dengan bobot lebih dari 1 kuintal tersebut harus dibantu dengan 3 orang. 3 orang tersebut juga terlihat berjalan sempoyongan karena bobot ikan dan tubuh ikan yang besar.
Menurut Ketua Rukun Nelayan Ujung genteng Asep Jeka, ikan dengan bobot ratusan kilogram tersebut merupakan ikan kerapu, atau nelayan sekitar Ujung Genteng biasa menyebutnya dengan ikan balong bebek.
“Ini termasuk ikan dengan bobot 100 kilogram lebih yang didapat oleh nelayan. Ikan jenis ini, harganya per kilogram Rp 35 ribu," ucap Asep dikutip dari sukabumiupdate.com-jaringan suara.com.
Hal ini bukan kali pertama seorang nelayan mendapatkan ikan dengan bobot besar tersebut. Karena pada sebelumnya juga ada kejadian serupa dengan ikan yang serupa dengan bobot yang hampir sama.
“Ikan ini biasanya berada di bebatuan karang, jadi nelayan pasang pancing di pinggir perairan," terang Asep.
Sumber: sukabumiupdate.com
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok