/
Sabtu, 17 Desember 2022 | 12:00 WIB
Ilustrasi-Kebakaran yang disebabkan oleh sambaran petir (istockphoto/JMichl)

Sukabumi.suara.com - Rumah yang berada di Kampung Kebonjati RT 02/09, Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi mengalami kebakaran akibat dari sambaran petir. 

Rumah milik Ani Nuraeni (60) diketahui memiliki 2 lantai, bagian atas rumahnya mengalami kebakaran setelah sebelumnya terdengar dua kali suara petir yang menggelegar pada Jumat (16/12/2022) sekitar pukul 14.30 WIB. 

Setelah kejadian, Ani mengalami syok berat. Ani diungsikan ke rumah kerabatnya yang berada tidak jauh dari rumah miliknya. 

Saat itu Ani sedang dalam keadaan sakit, saat mengetahui bahwa rumahnya kebakaran Ani hanya bisa menangis dan meratapi rumahnya yang terbakar. Warga pun segera membawa Ani ke rumah ketua RT untuk di evakuasi yang kemudian dibawa ke rumah kerabatnya. 

Rizky Satria (32) salah satu anak dari Ani mengatakan untuk sementara ibu dan kakak laki-lakinya akan mengungsi di rumah kerabatnya, karena rumah miliki Ani tidak dapat ditinggal akibat terbakar. 

Rizky juga menjelaskan saat petir menyambar rumahnya sang ibu dan kakaknya sedang berada di lantai satu rumah. Sedangkan kebakaran berada di lantai dua rumahnya. 

"Ibu syok, alhamdulillah tidak apa-apa. Dua-duanya (ibu dan kakak Rizky) tidak ada luka-luka, syok aja," ucap Rizky dikutip dari sukabumiupdate.com-jaringan suara.com. 

Selain itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Sudrajat mengimbau untuk masyarakat yang memiliki bangunan dua rumah agar memiliki penangkal petir. Dimaksudkan untuk menghindari adanya sambaran petir yang dapat membakar rumah. 

"Saya kira kalau rumahnya lantai dua harus menggunakan penangkal petir. Lalu diusahakan tidak terlalu banyak sentra listrik atau gabungan listrik karena bisa kena hantaran listrik. Kemudian charger handphone dan kabel televisi cabut kalau ada hujan disertai petir," jelas Sudrajat.

Baca Juga: Best 5 Oto: Kolaborasi Morgan x Sennheiser, Pilihan Mobkas Keluarga Akhir Tahun, Saldo e-Toll Sambut Libur Nataru

Load More