Sukabumi.suara.com – Sebelumnya ramai pemberitaan mengenai adanya jemaah umrah Indonesia yang dituding melakukan pelecehan seksual terhadap jemaah wanita lain asal Lebanon, di tanah suci Makkah.
Kejadian ini rupanya sudah terjadi pada tahun 2022 lalu, rupanya pada tanggal 8 November 2022. Ramai mendapat hujatan, rupanya bekalangan muncul fakta baru dari pihak keluarga, yang mengatakan jika pemberitaan yang beredar tidak benar, dan aksi pelecehan yang dituduhkan tidak terjadi.
Klarifikasi ini berasal dari sebuah akun media sosial Twitter dengan nama Anaa, pemilik akun yang nampaknya seorang perempuan tersebut mengaku merupakan sepupu dari pria bernama Muhammad Said, yang dituduh melakukan pelecehan seksual.
Dalam utas yang dibuat, Anaa menjelaskan bagaimana kronologi Muhammad Said diamankan oleh dua polisi dan ditahan hingga saat ini.
Dijelaskan bahwa saat kejadian, ia sedang melakukkan tawaf bersama ibu, kakak, dan neneknya. Namun karena banyak orang dan jemaah di lokasi, ia meminta agar sang ibu untuk menunggu di luar area Kak’bah karena takut terdesak kerumunan.
“Pas Muhammad Said hampir megang sudut Ka'bah ada orang dari belakang narik pakaian ihramnya, karna takut pakaian ihramnya melorot dia ditariklah dari belakang kedepannya pakaian itu” jelas Anaa dalam utasnya.
Setelahnya, Anaa menambahkan jika tiba-tiba ia langsung ditarik oleh dua orang polisi pengaman di sekitar Kak’bah.
“pas keluar dari kumpulan jemaah, Muhammad Said langsung ditarik 2 polisi dan Askar disitu, trus dibawa ke kantor polisi dimintaki keterangan dalam keadaan Muhammad Said kebingungan salahnya apa” jelas Anna lagi.
Selain itu, Said rupanya tidak bisa memberikan pembelaan karena dirinya tidak bisa berbahasa Arab. Ditambah lagi, ia tidak bisa menghubungi keluarga lantaran ponselnya diambil oleh polisi dan semua data dalam ponsel yang dimaksud dihapus oleh polisi.
Baca Juga: Alami Trauma, Ini Klarifikasi Dikta Setelah Mengalami Pelecehan Seksual
Dipaksa mengaku
Singkat cerita, polisi setempat kemudian mengatakan jika ada laporan dari seorang jemaah wanita asal Lebanon yang melapor tindak pelecehan seksual yang dilakukan oleh Said. Namun Anna menjelaskan jika anehnya, sejak awal Said ditangkap hingga detik ini ia ditahan dan dijatuhi hukuman dua tahun penjara, korban wanita asal Lebanon yang mengaku dilecehkan sama sekali tidak muncul.
“Di sinilah keganjalannya, dia divonis hukuman 2 tahun penjara dengan kasus pelecehan, tanpa adanya bukti, saksinyapun cuma 2 polisi yg tangkap Muhammad said di TKP, dan pada saat pengadilan wanita Lebanon atau yg disebut korban ini tidak pernah hadir pada saat pengadilan!” tegas Anna dalam cuitannya.
Bukan hanya itu, sejak kejadian hingga saat ini, Said yang berkomunikasi bersama keluarga mengaku sama sekali tidak melakukan pelecehan. Namun di saat bersamaan, ia masih dipaksa mengaku melakukan tindakan tersebut.
Melihat utas kronologi dan klarifikasi yang dibeberkan pihak keluarga, sontak fakta ini mengundang komentar dukungan dari sebagian besar warganet.
“Lagian dari awal aku juga uda merasa aneh, sebodoh2nya dan se sange2nya manusia sangat2 kecil kemungkinan untuk lakuin hal seperti itu di tempat suci, apalagi disana ada hukuman penggal kepala, pasti banyakla orang takut lakuin hal aneh.” ujar seorang warganet,
“Bayangin lu nabung lama buat umroh eh pas umroh malah kena fitnah bgini. apa ga nangiss dan trauma skeluarga. smoga segera dpat bantuan untuk kluarga nya ya mbak.” tulis lainnya,
“Posisi kak Muhammad Said dan keluarga aku yakin pasti spesial di mata Allah, makanya diuji sama ujian berat kaya gini, semoga sekeluarga kuat melewati ujian ini dan semoga segera selesai ya kak” dukung seorang warganet.
Hingga artikel ini ditulis, utas klarifikasi tersebut sudah retweet sebanyak lebih dari 1.000 kali dan disukai lebih dari 12.000 akun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA