Sukabumi.suara.com - Bulan Ramadan dicederai oleh aksi pemukulan yang membabi buta pasukan Israel terhadap warga Palestina di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, pada Selasa (4/4/2023) malam.
Tak cuma itu, pasukan Israel juga menembakkan gas air mata serta grana kejut ke Al-Qibli Prayer Hall (bangunan dengan kubah perak) di mana terdapat ratusan pria, wanita, orang tua dan anak-anak tengah beritikaf.
Dalam video yang viral di media sosial, pasukan Israel terlihat sedang menganiaya warga Palestina yang berada di dalam masjid dengan pentungan seperti layaknya ke binatang.
Terdengar teriakan dari seorang perempuan "Ya Allah, Ya Allah" karena tidak tega melihat sejumlah pria Palestina seperti dibantai oleh pasukan Zionis.
Aksi biadab yang dilakukan Israel itu membuat Liga Arab menggelar rapat mendadak pada Rabu (5/4).
Pemerintah Indonesia pun telah mengutuk penyerbuan polisi Israel ke dalam komplek Masjid Al-Aqsa di mana terdapat puluhan jemaah di dalamnya.
"Indonesia mengutuk tindak kekerasan aparat keamanan Israel di Masjid Al-Aqsa di bulan suci Ramadan yang menyebabkan sejumlah jemaah terluka dan penangkapan ratusan lainnya," kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di akun Twitternya, Rabu (5/4/2023).
Aksi tak terpuji polisi Israel itu dinilai telah menyakiti perasaan umat Islam dunia serta pelanggaran nyata terhadap kesucian Al-Aqsa dan akan memicu eskalasi konflik serta kekerasan.
Dilansir dari Al Jazeera, sekira 397 dari 450 warga Palestina yang ditangkap polisi Israel saat penyerangan di Selasa malam telah dibebaskan, menurut Komisi Urusan Tahanan Palestina.
Baca Juga: Maknyus! Makanan Indonesia Paling Enak Menurut Mendiang Bondan Winarno, Dari Manado?
Israel telah melarang memasuki masjid Al-Aqsa dalam waktu satu minggu.
Kemudian, ada 47 tahanan yang berasal dari Tepi Barat yang telah diduduki dipindahkan ke penjara militer Ofer. Sementara itu, penahanan dan interogasi 6 orang Palestina dari Yerusalem yang diduduki telah diperpanjang.
Komisi Urusan Tahanan Palestina mengatakan bahwa kondisi penangkapan dan penahanan warga Palestina sangat memalukan dan tidak manusiawi.
"Tidak ada perawatan medis yang diberikan kepada para tahanan yang terluka,” kata komisi.
Tag
Berita Terkait
-
Timeline Bali Jadi Tuan Rumah World Beach Games 2023, Kini Muncul Penolakan Kontingen Israel
-
Elektabilitas Ganjar Anjlok Usai Tolak Timnas Israel, Pendukung Berpaling ke Prabowo
-
Kontroversi Gubernur Bali, Kini Kembali Tolak Kontingen Israel di ANOC World Beach Games
-
Tentara Israel Serang Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa: Mereka Melempar Granat saat Membaca Alquran
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Nasabah Setia Bank Sumsel Babel Lubuklinggau Dapat Kejutan Mobil Toyota Rush
-
Apa Itu Hacker Selapan? Sosok di Balik Kasus Bobol Dana BOS Hampir Rp1 Miliar di Prabumulih
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Bupati Bogor: Tidak Ada Ruang Bagi Narkoba, Sikat Hingga ke Akar!
-
Siswa Terima MBG Fresh 5 Hari, Sementara 3B dan Daerah 3T Dapat Menu Kering
-
1.256 SPPG di Indonesia Timur Disuspend, Tak Daftar SLHS dan Tanpa IPAL
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Polisi Buru 3 DPO Pembacokan Cilandak, Senjata Tajam Disembunyikan di Cirendeu
-
20 Tahun Berkarya, Maudy Ayunda Ungkap Momen Emosional saat Casting Pertama
-
Penolakan Menguat, Gus Ipul Dinilai Tak Netral Pimpin Muktamar NU