Sukabumi.suara.com - Penulis Nasywa Aurellia Chessya Wahyudi. Langgas adalah kata yang dicari oleh para siswa, dimana mereka termenung dalam keheningan yang dirasakan diantara keramaian yang ada. Semua yang mereka rasakan itu terbelenggu di dalam pikirannya sendiri.
Ada berbagai pertanyaan yang tidak bisa diutarakan, pertanyaan - pertanyaan itu berhubungan akan masa depan yang tengah mereka susun. Kurikulum merdeka yang tengah diterapkan masih saja membuat beberapa siswa terbelenggu akan masa depan.
Banyak bekal yang mereka dapatkan, tetapi dengan itu tidak cukup untuk menentukan jawaban dari banyaknya pertanyaan yang ada.
Dari situ pula timbullah keinginan kami untuk mengangkatnya menjadi sebuah cerita yang dituangkan ke dalam sebuah film. Tidak berhenti sampai situ, dalam perjalanan menulis skenario kebingungan - kebingungan itu menghampiri.
Banyak sekali yang perlu dipikirkan sehingga menimbulkan pertanyaan akan kata “Merdeka” yang menjadi acuan dalam menulis skenario dan terdapat pada tema yang perlu kami angkat dalam FLS2N ini.
Memang Kurikulum merdeka lah yang pertama terpikirkan. Terbelenggu dengan kata “Merdeka” menjadikan kami memikirkan ulang skenario. Merdeka tidak harus tertuju pada kurikulum yang tengah diterapkan saat ini, tetapi kata merdeka itu yang harus dijadikan acuan bagaimana caranya agar para siswa terbebaskan dari segala belenggu.
Dengan segala argumen yang ada, akhirnya kami menentukan konsep “Terikat” dimana kata itu menggambarkan para siswa yang terbelenggu sehingga terus memaksakan diri untuk melakukan semua hal yang diterima hingga mereka sendiri pun bimbang akan pilihan apa yang akan mereka ambil sebagai penentu masa depannya.
Diawali dengan seorang siswa yang menerima berbagai penerangan berupa informasi - informasi yang seharusnya dapat membantu untuk menjawab segala pertanyaan yang ada pada dirinya, akan tetapi informasi yang didapat justru membuatnya semakin bingung untuk memilih langkah apa yang akan diambil.
Kebingungan itu membuatnya membuka mata akan apa yang terlihat di depannya bisa dicapai ketika ia berani memilih. Kalimat “If not now, when?” yang tersurat dalam sobekan kertas itu menyadarkan sepenuhnya, kalimat itu semakin membangkitkan jiwa penantangnya. Ia menarik semua informasi - informasi yang didapat dan berusaha mencerna dengan penuh rasa gusar, merasa bahwa akhirnya kata merdeka sudah ada di jangkauan matanya.
Baca Juga: Heartbeat Eps.2 Takdirkah 100 tahun Kurang Sehari, Bukannya Mabuk Cinta Malah Mabuk Mie
Segala upaya dikerahkannya demi mencari titik pada sebuah pertanyaan. Ikatan yang menahan segala tindakan yang akan diambilnya pun terlepas dengan sempurna, dengan itu ia dapat menentukan pilihan akhirnya pada selembar kertas usang yang sudah tidak layak pakai, kertas itu ia genggam erat - erat dengan rasa besar hati karena ada pesan tersirat yang disampaikan dalam kertas itu yakni “Kebebasan yang bermartabat adalah keberanian untuk keluar dari segala belenggu.”
Memang tidak akan ada kata merdeka jika kita tidak mencoba untuk memperjuangkannya, hingga akhirnya kita tahu merdeka bukan hanya untuk mendapatkan jawaban apa yang akan kita raih, tetapi rasa bebas dari semua yang membelenggu itu sendiri lah yang dinamakan merdeka.
Sutradara dan Penulis Naskah oleh Salma Fauziyah Anwar
Sinematografi dan Film Editor oleh Nasywa Aurellia Chessya Wahyudi
Pemeran oleh Bima Dwi Saputra
Clapper oleh Muhamad Rizki Maulana
Lighting oleh Muhammad Arief Riefan dan Andhika Firmansyah
Penasehat Dwiyoso Nugroho dan Nurizki Febriani
https://www.youtube.com/watch?v=k79LYAiXT6Q&t=88s
Tag
Berita Terkait
-
Jabar Masagi SMAN 1 Cijeruk Ngejo Parab Awak, Ngaji Parab Rasa, Nguji Parab Diri
-
Jabar Masagi - Perlombaan Permainan Tradisional Ucing Benteng Memperkuat Kearifan Lokal Jiwa Kepemimpinan, Kompetisi, dan Kesehatan Tubuh
-
SMA Negeri 1 Cijeruk Menuju Sekolah Adiwiyata
-
Dimensi Gotong Royong : Panen Karya Proyek Profil Pelajar Pancasila di SDN Lawanggintung 1
-
SMAN 3 Kota Bogor Gelar Seminar P5 Bertema Kearifan Lokal
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Fotonya Diedit Tanpa Izin, Tessa Kaunang Somasi Sandy Tumiwa
-
Xiaomi Smart Band 10 Pro: Gelang Pintar dengan Fitur Kesehatan Lengkap dan Baterai Super Awet
-
Eks Tahanan May Day Tantang Budiman Sudjatmiko, Diskusi Indonesia Emas di Semarang Memanas
-
Fete de la Musique 2026 Digelar di Yogyakarta, 5 Musisi Lokal Meriahkan Kolaborasi Indonesia-Prancis
-
5 Moisturizer PDRN Rekomendasi Dokter untuk Bantu Samarkan Keriput dan Kerutan
-
Puasa Asyura Berapa Hari? Ini Jadwal serta Bacaan Niatnya dalam Arab dan Latin
-
Rambut Rontok Pakai Hair Tonic atau Hair Serum? Pahami Beda Fungsi Keduanya
-
Bantu Atasi Rambut Rontok, Intip 3 Produk Hair Care Andalan Abel Cantika
-
Review Film Mata Jiwa: Potret Kaum Marginal dan Akar Empati Tiyo Ardianto
-
Live Action Terbaru Junji Ito Mulai Tayang Juli, IVE dan 10CM Isi Lagu Tema