Suara Sumatera - Keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak menerima amplop atau sumbangan saat menyelenggaran pesta pernikahan anak-anaknya. Diketahui, ketiga anak Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi menikah saat ia menjabat Presiden Indonesia.
Putra bungsu mereka, Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono akan digelar di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo pada 10 Desember 2022. Sedangkan Gibran Rakabuming Raka dan putri semata wayangnya, Kahiyang Ayu sudah lebih dulu menikah.
Gibran Rakabuming Raka menegaskan tidak pernah ada sumbangan saat orang Jokowi menikahkan semua anaknya. Hal itu disampaikannya menjawab tudingan netizen.
"Menjabat dua periode, Presiden Jokowi mantu 3 kali. Kira² total sumbangan yang didapat berapa?" demikian kata akun @abdulxxx.
Gibran menjawab tegas bahwa tidak ada sumbangan sama sekali, bersamaan dengan melampirkan potongan sebuah berita yang mendukung pernyataannya.
Penegasan itu juga tertuang dalam undangan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono yang sempat tersebar. Dalam undangan itu terdapat tulisan pemberitahuan ‘Tanpa mengurangi rasa hormat, Mohon maaf kami tidak menerima sumbangan dalam bentuk apa pun’. Pemberitahuan tersebut tertulis di bagian bawah kartu akses masuk di dalam surat undangan resepsi pernikahan Kaesang dan Erina.
Alasannya untuk menghindari gratifikasi yang rawan terjadi ketika pejabat menggelar hajatan.
Gibran juga sempat mengakui keluarganya tak menerima sumbangan karena tidak ingin menyusahkan para tamu.
"Kami nggak mau merepotkan tamu yang kita undangan, kita didatangi tamu undangan bisa rawuh (datang) aja sudah seneng,” katanya, dikutip dari Suara.com, Rabu (7/12/2022).
Baca Juga: Anies Baswedan Makin Dipilih Saat Pemerintahan Jokowi Dinilai Gagal
Ternyata, hal serupa sebenarnya juga telah dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menikahkan anaknya dulu.
SBY menegaskan bahwa pihaknya tidak menerima bingkisan atau hadiah saat menikahkan anaknya Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dengan Putri Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Siti Ruby Aliya Rajasa.
SBY mengaku tidak ingin kena fitnah yang berkaitan dengan gratifikasi. Sehingga ia meminta undangan yang hadir tidak memberikan hadiah dalam bentuk apapaun.
Juru Bicara Presiden Julian Adrin Pasha saat itu, mengatakan dalam undangan yang dibagikan, sudah tertulis agar para tamu tidak membawa bingkisan bentuk apapun. Panitia juga tidak memberikan ruang buat penerimaan kado atau berbagai suvenir lainnya.
Berita Terkait
-
Jokowi Tegas Tak Terima Amplop Saat Menikahkan 3 Anaknya, Waktu SBY Bagaimana?
-
Tak Percaya SBY Gerakkan 212, Rizal Ramli: Dia Pelit
-
Tingkah Jokowi Bak Ketum Partai Singgung Megawati? Pengamat: Perlu Belajar ke SBY
-
Nyelekit! Bandingkan dengan SBY, Demokrat: Tingkah Jokowi Jatuhkan Martabat Kepala Negara
-
Potret SBY - Jokowi Selama 2 Periode Jadi Presiden RI, Siapa Paling Banyak Uban dan Kerutan?
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123