Sempat beredar video syur yang diduga adalah Denise Chariesta. Dalam video yang beredar, pemeran wanita menggunakan kimono ungu.
Denise Chariesta sendiri baru tahu ada video syur yang diduga dirinya setelah dikirim teman-temannya ke aplikasi pesan WhatsApp.
Setelah melihat video itu, Denise Chariesta membantah wanita di video itu adalah dirinya. Menurut Denise, dia tidak memiliki busana kimono ungu.
Untuk lebih meyakinkan netizen, Denise Chariesta membahas potongan video syur tersebut di YouTube.
"Tapi, serius deh kalau fitnah gue pakai video yang bagus dikit. Nih gue kasih lihat apa aja kemiripan yang ada di videonya," ujarnya.
Denise Chariesta lalu menirukan sejumlah pose wanita yang ada di dalam video tersebut. Hal itu ia lakukan agar warganet bisa melihat perbedaan jelas antara dirinya dengan wanita di video.
Tak hanya berpose yang sama, Denise Chariesta juga beberapa kali menirukan desahannya mulai dari menit ke 09.00 hingga 17.30.
"Kalau ada yang mau lihat videonya, kalian cari aja sendiri karena bertebaran banyak di Twitter dan sampai semua teman-teman dan keluarga gue kirimin ke gue," katanya.
Denise Chariesta menduga video syur tersebut direkam di sebuah kamar kos-kosan. Sedangkan, pengusaha toko bunga ini selalu check in dengan RD di hotel mewah.
Baca Juga: Gara-gara Hal Ini, ALICE Dituduh Mengejek Cara Makan Jang Wonyoung
"Jadi, itu video asusila yang direkam di kamar kos-kosan kayaknya. Kan gue check in di hotel mewah, nggak di kamar kos sempit gitu dan catnya ngelupas," katanya.
Meskipun mencoreng namanya, Denise Chariesta enggan melaporkan orang yang telah memfitnah namanya karena akan sia-sia.
"Ini buat buzzernya aku maafkan sebelum lo minta maaf. Kalau itu bukan gue ya, itu bukan gue sih. Kalau pun gue, itu unsurnya masuk dan lu bisa gue LP-in. Karena lu buzzer dan suruhan, gue kasihan nggak tega," kata Denise Chariesta.
Berita Terkait
-
Denise Chariesta Unggah Sendiri Video Dewasa Mirip Dirinya, Sampai Peragakan Adegan Lengkap dengan Desahan
-
Denise Chariesta Operasian Semua Kecuali Bokong, Warganet: Pantas RD Suka Main Lewat Belakang
-
Kembali Trending di Twitter, Warganet Serukan agar Publik Tak Mempercayai Denise Chariesta
-
Denise Chariesta Ribut Utang Check In Hotel Terakhir, Obrolan RD Bayar Kontrakan Ratusan Juta Bocor
-
Syahrini Dituding Teman Makan Teman, Denise Chariesta Ungkap Fakta Mengejutkan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan