Calon Presiden (capres) Partai Nasdem Anies Baswedan akhirnya bicara mengenai sosok calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya pada Pilpres 2024.
Anies Baswedan memang mengaku hingga kini belum ada kesepakatan soal cawapres antara Partai Nasdem, PKS dan Partai Demokrat.
Namun Anies membantah jika deklarasi dukungan tiga partai ini terhambat karena belum ada kesepakatan tentang cawapres.
"Dalam percakapan proses bertiga partai ini bukan itu yang menjadi bahasan utama. Jadi antara apa yang ditanyakan sehingga memberikan kesan mandeg di urusan pasangan. Nggak juga karena memang proses internal belum berjalan," kata Anies saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi NET Dede Apriadi di Youtube Official NET News.
Dede lalu menanyakan kebenaran soal PKS yang mengajukan nama Ahmad Heryawan alias Aher dan Demokrat mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres pendamping Anies.
Menurut Anies Baswedan, setiap partai punya aspirasi dan itu bagian proses masing-masing partai. Ia meminta untuk melihat ke depan seperti apa.
Anies lalu membeberkan kriteria cawapres pendamping dirinya. Setidaknya sosok cawapres yang diinginkan Anies Baswedan harus memenuhi tiga kriteria.
"Pertama dia memberikan kontribusi untuk pemenangan, kedua memberikan kontribusi stabilitas dukungan koalisi ketiga dia memberikan kontribusi efektivitas pemerintahan. Tiga itu," kata Anies.
"Dan itu menurut Pak Anies ada di AHY dan Aher?" tanya Dede.
Baca Juga: Harapkan Dukungan Langsung Suporter Timnas Indonesia di Piala AFF 2022, Ini Pesan Marc Klok
Lagi-lagi Anies menjawab diplomatis. Menurutnya semua punya potensi namun saat ini yang paling penting untuk dituntaskan bagi Nasdem, PKS dan Demokrat adalah kesepakatan 20 persen.
Dede lalu meminta Anies Baswedan untuk lebih memilih cawapres yang punya pengalaman di pemerintahan atau yang memiliki elektabilitas tinggi.
"Tiga yang tadi itu. Jadi urutannya juga begitu urutan ranking prioritasnya. Satu di dalam pemenangan kedua stabilitas dukungan ketiga di dalam pemerintahan. Idealnya tiga-tiganya," terang mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Menurut Anies Baswedan, penunjukan cawapres bisa kapan saja bisa bulan depan atau dua bulan lagi karena ia memiliki privilage untuk memilih wakilnya sendiri.
Namun Anies mengaku tidak mau mengerjakan ini sendiri sehingga membahasnya bersama Nasdem, PKS dan Demokrat.
Berita Terkait
-
Hanura Ogah Buru-buru Dukung Capres-Cawapres 2024, Oso: Nanti Kami Runding-runding Dulu
-
Sebut Anies Baswedan Tak Etis Curi Start Kampanye, Apakah Bawaslu Juga Berani Tegur Erick Thohir?
-
Kepalkan Tangan Bakar Semangat Kader Demokrat, AHY: Birukan kembali Indonesia!
-
'Buktinya Banyak' Anies Baswedan Sebut Ada Pemimpin yang Tak Bisa Tepati Janji, Sindir Siapa?
-
Sadar Diri PKS dan Demokrat Berat Hati Merestui, NasDem Diprediksi Tak Sodorkan Jenderal Andika jadi Cawapres Anies
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan