Suara Sumatera - Bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan dianggap sebagai sosok yang pro asing atau pro Amerika Serikat dan negara-negara barat.
Politisi NasDem Zulfan Lindan mengatakan, sejak Anies Baswedan tidak lagi menjadi gubernur, sering diundang sejumlah negara barat untuk bicara.
Zulfan mencontohkan Anies Baswedan pernah diundang di Singapura disuruh bicara di sana. Kemudian diundang juga di UK di Oxford lalu Anies ditetapkan sebagai ketua Asian Studies di Oxford University.
"Ini ada singgungan ga bahwa mereka itu terkesan arahnya negara-negara Uni Eropa Singapura dan Australia termasuk USA di dalamnya menginginkan Anies menjadi presiden? Sementara kalau kita lihat Prabowo ga diundang, Ganjar ga diundang tapi hanya Anies," ujar dia dikutip dari Youtube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia.
Direktur Eksekutif Populi Centre Afrimadona menduga, alasan negara-negara barat mengundang Anies lebih kepada status Anies yang sudah secara resmi dideklarasikan sebagai capres dibanding Prabowo dan Ganjar Pranowo.
"Mungkin negara-negara ini melihat dari perspektif ini terlepas dia dapat tiket atau tidak. Once ketika dia dicalonkan sebagai presiden, kita berasumsi dia mungkin ke depan bisa jadi presiden karena itu kemudian mereka perlu didekati. Bisa jadi kalau yang lain dicalonkan, paling tidak dubes mereka yang di sini barangkali mulai approach juga," ujar Afri.
Memang menurut dia, di antara tiga nama tokoh yang digadang-gadang sebagai capres, Anies Baswedan lah yang memiliki exposure internasional paling besar. Ini karena faktor Anies Baswedan yang pernah sekolah di luar negeri yaitu Amerika Serikat.
"Sehingga barangkali tidak salah dugaan sebagian orang beberapa negara barat menginginkan dia (Anies). Karena Anies memiliki pengalaman pendidikan yang sangat barat," ujar Afri.
Karena itu menurutnya sangat mungkin Anies Baswedan melihat suatu persoalan dari perspektif barat juga. Sehingga lanjut Afri, barat melihat ini sesuatu yang potensial untuk didukung juga.
Baca Juga: Melihat Varietas Lokal Duku Asli Nitikan di Kota Jogja, Lebih Manis dan Besar
Faktor lain menurut Zulfan Lindan adalah mungkin karena sosok Anies Baswedan sebagai antitesis Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Zulfan menilai Jokowi saat ini lebih dekat ke China karena faktor dagang dan investasi. Sementara dengan Rusia, Indonesia di era Jokowi juga tidak punya jarak.
Sementara Amerika kata Zulfan menginginkan Indonesia punya jarak dengan China dan Rusia dan lebih dekat ke Amerika.
"Mungkin Anies dilihat bisa membangun hubungan yang lebih dekat dengan Amerika," papar Zulfan Lindan.
"Ya betul.Karena Anies produk dari Amerika juga dalam artian pendidikannya S2 S3 di Amerika dan dalam banyak hal Anies juga dianggap dekat secara intelektual," timpal Afri.
"Kata orang itu tipenya seperti SBY. SBY itu the golden boy of America, Anies ini the second golden boy," imbuh Zulfan.
Berita Terkait
-
Sampai Gregetan, Ini Nyanyian Jokowi Soal Kandidat Capres di Puncak Harlah PPP
-
Waduh! Anies Baswedan Terancam Sulit Menang di Pilpres 2024, Ini Alasannya
-
'Kelihatan Wait and See' Demokrat dan PKS Dianggap Cuma Basa-basi Usung Anies Jadi Capres
-
'Ada yang Nggak Hadir' Teka-teki Siapa Capres Pilihan Jokowi yang Tak Muncul di Harlah PPP
-
Disebut Jokowi Bisa Maju Jadi Capres atau Cawapres 2024, AHY: Peluang Sejarah!
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Kejutan Kasus BJB! 5 Fakta KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih Terkait Aktivitas Ridwan Kamil
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi Butuh Rp 25,23 Triliun, Target Beroperasi 2031
-
Aditya Hoegeng Ungkap Kisah Eyang Meri: Di Belakang Orang Kuat Ada Orang Hebat
-
Sempat Direkrut, Ini Alasan Persis Lepas Clayton Da Silveira
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Arema FC Lepas Odivan Koerich Usai Evaluasi Paruh Musim Super League
-
Bojan Hodak: Dion Markx Masih Harus Adaptasi Bersama Persib
-
Bojan Hodak Pastikan Persib Tak akan Tambah Lagi Pemain Baru
-
Resmi Berseragam Persija, Mauricio Souza Ungkap Alasan Mauro Zijlstra Jadi Rekrutan Penting