Suara Sumatera - Longsor terjadi di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Puluhan orang dilaporkan hilang akibat longsor tersebut.
"Terdapat 50 orang dinyatakan selamat dan 50 korban dalam proses pencarian," ujar Kepala BPBD Kepri, Muhammad Hasbi melansir batamnews.co.id, Senin (6/3/2023).
Hasbi mengatakan, bencana longsor terjadi usai wilayah itu diguyur hujan deras. Sejumlah personel dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi.
Kapolda Kepri Irjen Pol Tabana Bangun menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk melakukan pertolongan.
"Kita sudah kerahkan sebanyak 25 orang personel untuk ke lokasi kejadian," ungkapnya.
Langkah awal yang dilakukan dengan melakukan peninjauan lokasi kejadian. Hal itu dilakukan untuk mengetahui dampak dari terjadinya longsor tersebut. Para personel juga akan berupaya semaksimal mungkin dalam proses kerja dilapangan.
"Ini sangat penting sebagai aksi kemanusiaan. Kita akan berupaya semaksimal mungkin dan kami juga pastinya akan menambah personel sesuai yang dibutuhkan," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Muncul 10 Titik Longsor Akibat Cuaca Ekstrem, Batam Belum Punya BPBD
-
Diduga karena Curah Hujan Tinggi, Tanah Longsor Rusak Rumah Warga Bengkong
-
Jalan di Pulau Simeulue Aceh Tertimbun Longsor Akibat Hujan
-
Tanah Longsor Tutup Jalan Raya di Malang, Pengendara Perlu Waspada
-
Hukum Adzan saat Hujan Deras dan Angin Kencang, Ada Cara Khususnya?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar