Suara Sumatera - Kabar mobil hakim dibakar massa buntut putusan penundaan Pemilu 2024, beredar di media sosial. Bahkan juga dinarasikan suasana begitu mencekam.
Video bernarasi mobil hakim dibakar itu disebarkan akun Facebook bernama @Perspektif. Dalam narasinya, mobil yang dibakar massa itu merupakan mobil hakim yang memutuskan penundaan pemilu.
"H4KIM S3SAT TUNDA PEMILU !! MOBIL LUDES DIB4K4R M4SS4 — BERITA TERBARU" begitu narasi video tersebut.
Demi meyakinkan, video juga disertai thumnail bernarasi "Mencekam!!…MOBIL H4K1M DIB4K4R MASS4, PN JAKARTA PUSAT DI SEGEL PENDEMO".
Benarkah kabar tersebut?
Berdasarkan penelusuran turnbackhoax.id - jaringan Suara.com, isi dalam video tersebut menayangkan cuplikan video identik dengan video yang diunggah oleh channel youtube Rocky Gerung Official dengan judul
“LAWAN! PUTUSAN HAKIM JAKPUS BAGIAN DARI SKENARIO BESAR TUNDA PEMILU” yang tayang pada 3 Maret 2023.
Narator dalam video tersebut hanya membacakan berita dari kompas.com berjudul “PN Jakpus Perintahkan Pemilu 2024 Ditunda, Partai Prima Menangi Gugatan terhadap KPU” (02/03/2023) dan artikel dari kompas.tv dengan judul “Profil Partai Prima yang Sebabkan Pemilu Diputuskan Ditunda, Pernah Bikin Ricuh di Gedung KPU” (02/03/2023).
Thumbnail dalam video tersebut identik dengan foto yang diunggah oleh jabar.idntimes.com pada 23 September 2019 dengan judul “Demonsterasi Berlanjut, 400 Mahasiswa Unpad Siap Bergabung di Jakarta”. Foto tersebut merupakan foto aksi demo mahasiswa di Bandung sebagai bentuk ketidakpuasan atas kinerja DPR dan pemerintah pusat.
Baca Juga: 4 Tips Aman Seks Oral, Jangan Lupa Mandi hingga Bersihkan Rambut Alat Vital
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, klaim bahwa mobil hakim dibakar massa akibat tunda pemilu tidak terbukti dan termasuk ke dalam konten yang dimanipulasi. Berita tersebut masuk ke dalam konten yang dimanipulasi.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Resmi Gugat Cerai Ammar Zoni, Irish Bella Pulang ke Rumah Orangtua, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Benarkah Akhirnya Ferdy Sambo Dipertemukan dengan Bharada E di Penjara?
-
CEK FAKTA: Tersandung Kasus Penipuan, Fuji Diringkus Polisi, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Rumah Ayah Mario Dandy Disegel, Sosok Misterius Ikut Diamankan, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Geger Rumah Anies Digerebek Densus 88, Ditemukan Paket Bom Bunuh Diri, Benarkah?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026