Suara Sumatera - Kebutuhan cairan tubuh dengan minum air mineral yang mencukupi serta mengurangi minuman mengandung kafein hingga soda dapat membantu pencegahan infeksi saluran kemih.
Demikian dikatakan oleh Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. Harrina E. Rahardjo, Sp.U (K), Ph.D melansir Antara, Kamis (13/4/2023).
"Minum dengan jumlah yang cukup, tidak kurang dan tidak juga berlebihan dengan jenis minuman yang tepat," kata Harrina.
Dirinya mengaku menahan buang air kecil dapat menyebabkan risiko infeksi saluran kemih, nyeri pada kandung kemih, atau batu saluran kemih, penurunan fungsi ginjal, bisa berujung pada berbagai penyakit hingga komplikasi masalah kesehatan kepada wanita.
Meski tidak mengancam jiwa, infeksi saluran kemih sangat mempengaruhi kualitas hidup seseorang, seperti aspek pekerjaan, sosial, seksual, hingga kualitas tidur.
"Sebanyak 30 persen wanita pernah mengalami setidaknya sekali infeksi saluran kemih, dan secara global kasus infeksi saluran kemih hampir sebanyak 150 juta per tahun," ujarnya.
Selain minuman, makanan yang dikonsumsi juga perlu dijaga. Dirinya menyarankan untuk menghindari makanan yang terlalu pedas atau asam karena bisa memicu beser.
"Hindari sering menahan kencing, menjaga kebersihan saluran kemih, dan segera berkonsultasi ke dokter apabila dijumpai gejala-gejala infeksi," jelasnya.
Adapun beberapa gejala yang sering muncul pada penderita infeksi ini adalah sering buang air kecil (BAK) di siang dan/atau malam hari, sulit menahan BAK, mengompol, BAK sulit, aliran kencing terputus-putus, serta BAK mengedan dan tidak tuntas setelah BAK.
Baca Juga: 5 Cara Menguatkan Diri saat Dikecewakan Seseorang, Akui Perasaanmu
Beberapa penyebab infeksi saluran kemih dihubungkan dengan proses penuaan, genetik, menopause, stres psikologis, peradangan saluran cerna, kondisi mikrobiota dalam saluran kemih, serta sumbatan saluran kemih bagian bawah seperti prolaps organ panggul pada perempuan.
Selain itu, kelainan saraf seperti stroke, penyakit Parkinson, dan kelainan tulang belakang juga bisa menjadi pemicu penyakit itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
4 Fakta Mengejutkan Hacker Selapan Bobol Dana BOS SMA di Prabumulih, Uang Hampir Rp1 Miliar Ludes
-
Menghardik Gerimis, Menikmati Cerita-Cerita Pendek Sapardi Djoko Damono
-
Hidup Terasa Blur: 'Ketika Aku Tak Tahu Apa yang Aku Inginkan' Hadir untuk Jiwa yang Lelah
-
Geger! Mahasiswa Untirta Tertangkap Basah Rekam Dosen Perempuan di Toilet Kampus
-
6 HP RAM 12 GB Paling Murah untuk Multitasking Lancar Gaming Mulus
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Pemerintah Bentuk Tim Hitung Dampak Kerusakan Akibat Gempa di Sulut dan Malut
-
Budget Rp2 Jutaan Mending Beli HP Apa? Ini 5 Pilihan Paling Gacor dan Awet
-
Ammar Zoni Bersumpah di Hadapan Hakim: Demi Allah Saya Tidak Menjual Narkoba
-
Frans Putros Terharu, Ucap Terima Kasih ke Persib dan Bobotoh Usai Irak Lolos Piala Dunia 2026