/
Selasa, 25 April 2023 | 14:07 WIB
Ilustrasi Kulit Kepala. (freepik)

Suara Sumatera - Masalah kulit kepala tak jarang membuat kurang percaya diri. Salah satunya masalah kulit kepala berbau tak sedap

Lantas apa penyebab kulit kepala berbau tak sedap?

Konsultan dermatologi di HM Liew Skin & Laser Clinic Dr. Liew Hui Min mengatakan bahwa penyebab paling umum kulit kepala berbau tak karena penumpukan kulit pada folikel rambut dan sebum yang bercampur dengan keringat.

Sedangkan Direktur di Chez Vous: Private Space, Shawn Chia mengaku alasan lain kulit kepala berbau tidak sedap adalah karena adanya bakteri, ragi (atau jamur) dan jenis obat tertentu.

Kulit kepala berbau tidak sedap juga bisa disebabkan kondisi kulit, seperti eksim, folikulitis, dan bahkan psoriasis. Adanya eksim atau bentuk lain dari dermatitis kontak, maka penghalang kulit menjadi rusak menyebabkan infeksi bakteri lalu mengakibatkan kulit kepala mengelupas, berbau busuk, dan gatal.

Psoriasis juga dapat dianggap sebagai bentuk ketombe yang parah, dapat menyebabkan sebum yang terperangkap membentuk ruam tebal di permukaan yang menyebabkan bau tidak sedap.

Konsultan dermatologis di Angeline Yong Dermatology, Dr. Angeline Young menambahkan, makanan tertentu juga dapat memengaruhi bau kulit kepala seseorang.

Mengonsumsi makanan dengan bau menyengat seperti daging tertentu, bawang merah dan bawang putih dan hidangan mengandung minyak.

Hal pertama yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan kulit kepala dan rambut adalah tidak mencuci kulit kepala dan rambut secara berlebihan. Liew dan Yong merekomendasikan sekali sehari terutama dalam cuaca lembap.

Baca Juga: Pasca Gempa Mentawai, BPBD Sumbar: Belum Ada Laporan Korban Jiwa dan Kerusakan!

"Mencuci (keramas) secara berlebihan umumnya tidak disarankan karena hal ini dapat menghilangkan minyak alami dan kelembapan kulit kepala," kata Yong melansir Antara Selasa (25/4/2023).

Chia sependapat dengan hal itu dan menambahkan bahwa kulit kepala yang kering juga dapat menyebabkan bau tak sedap. Menurutnya, dehidrasi dapat menyebabkan kulit kepala mengompensasinya secara berlebihan yakni dengan memproduksi lebih banyak sebum.

"Sama pentingnya dengan keramas, menghidrasi kulit kepala kita juga sama pentingnya," ungkapnya. 

Segera keringkan rambut setelah keramas. Chia mengatakan rambut lembap bisa menyebabkan kulit kepala memproduksi lebih banyak sebum, terlebih lagi jika seseorang memiliki rambut yang sangat tebal.

Jamur dan bakteri penyebab bau tumbuh subur di lingkungan yang lembap. Hal itu juga yang menjadi alasan pakaian yang belum dijemur terkadang berbau busuk.

Selain itu, seseorang juga bisa mempertimbangkan pembersihan mendalam setidaknya seminggu sekali untuk membantu menghilangkan sebum, kulit mati, dan penumpukan produk.

Load More