Suara Sumatera - Ibadah haji yang dijalankan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, masih menyisakan perbincangan. Pegiat media sosial Dokter Tifa dalam salah satu unggahannya membahas etiket internasional yang luput dilakukan oleh Ganjar.
Dokter Tifa menyoroti sikap bacapres PDI Perjuangan (PDIP) itu yang dinilainya menyalahi etika duduk dalam kendaraan jemputan sebagai tamu undangan. Posisi duduk di samping sopir diperuntukkan bagi ajudan tamu undangan yang berada di belakang sopir.
"Etiket internasional harus berlaku di sini. Belakang setir adalah sopir. Sebelah driver adalah ajudan/pengawal/asisten. Kursi belakang adalah untuk tamu kehormatan. Kursi paling terhormat dan teraman adalah di belakang sopir. Diberikan untuk Istri dari Tamu," jelasnya, dikutip Selasa (4/7/2023).
Namun sayangnya, Ganjar malah mengambil posisi duduk ajudan. "Di video lengkap tampak mas Haji Ganjar memberi isyarat semacam bertanya ke Askar, tapi kemudian ambil tempat di sebelah sopir," komentarnya.
"Mungkin Askar udah kasih tahu beliau seharusnya duduk di kursi belakang bersama mbak Atikoh, tapi barangkali karena kendala bahasa dan ketidaktahuan etiket, maka beliau kemudian ambil posisi duduk di sebelah sopir, menjadi ajudan mbak Atikoh," lanjutnya.
Sikap Ganjar itu lantas dibandingkannya dengan Anies Baswedan. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu duduk di kursi belakang bersama istrinya.
"Karena mas Haji @aniesbaswedan sudah biasa dengan pergaulan internasional, maka beliau sangat paham aturan tersebut. Dengan manis beliau duduk berdua istri, dengan mbak Hajja Fery ada di posisi duduk belakang sopir," kata Dokter Tifa.
Dokter Tifa lantas meminta Ganjar mempelajari etiket internasional dan bahasa Inggris agar tak 'katrok' jika diundang sebagai tamu kehormatan di kesempatan lain.
"Soal Etiket begini, merupakan bagian dari adab dan moral, bukan soal sepele. Siapa yang menghormati etiket dialah juga yang menempatkan adab dan moral dalam setiap perilaku dan kebijakan," katanya.
Baca Juga: Kembali ke KPK, Endar Priantoro Cerita Hubungannya dengan Firli Bahuri
Begini lengkap isi ciutannya:
"Etiket Internasional Karena diglorifikasi di akun Twitter partainya sebagai Tamu Kehormatan, maka saya perlu bahas soal Etiket Internasional berkendaraan Sedan, terutama untuk tamu undangan. Keduanya mas Haji @aniesbaswedan
dan mas Haji Ganjar Pranowo, menjadi tamu undangan KSA, maka tentu mendapat fasilitas dijemput dengan mobil untuk tamu negara, standar adalah Sedan Mercedez. Etiket internasional harus berlaku di sini. Belakang setir adalah sopir. Sebelah driver adalah ajudan/pengawal/asisten. Kursi belakang adalah untuk tamu kehormatan. Kursi paling terhormat dan teraman adalah di belakang sopir. Diberikan untuk Istri dari Tamu. Karena mas Haji @aniesbaswedan
sudah biasa dengan pergaulan internasional, maka beliau sangat paham aturan tersebut. Maka dengan manis beliau duduk berdua istri, dengan mbak Hajja Fery ada di posisi duduk belakang sopir. KSA setir mobil di kiri, beda dengan Indo yang setir mobil kanan. Tetapi posisi setir tidak mengubah posisi mana paling terhormat dan paling aman, yaitu belakang sopir. Kalau anda perhatikan. pak Harto menempatkan Bu Tien di belakang sopir. Pak SBY menempatkan Bu Ani di belakang sopir. Begitu juga pak Habibie memberi posisi sama kepada Bu Ainun. Begitulah bagi beliau-beliau yang tahu etiket internasional. Di video lengkap tampak mas Haji Ganjar memberi isyarat semacam bertanya ke Askar, tapi kemudian ambil tempat di sebelah sopir. Mungkin Askar udah kasih tahu beliau seharusnya duduk di kursi belakang bersama mbak Atikoh, tapi barangkali karena kendala bahasa dan ketidaktahuan etiket, maka beliau kemudian ambil posisi duduk di sebelah sopir, menjadi ajudan mbak Atikoh. Soal Etiket begini, merupakan bagian dari adab dan moral, bukan soal sepele. Karena siapa yang menghormati etiket dialah juga yang menempatkan adab dan moral dalam setiap perilaku dan kebijakan. Take home message untuk mas Haji Ganjar: 1) Pelajari Etiket Internasional 2) Pelajari Bahasa Inggris. Keduanya penting, biar ngga katrok kalau next diundang lagi sebagai tamu kehormatan. Soal Baju kemarin sudah saya ulas. Soal Etiket duduk di mobil juga sudah. Mungkin kali lain saya bahas soal Etiket makan dalam jamuan. Jamuan resmi kenegaraan atau dengan tamu-tamu terhormat ya, bukan makan-makan dengan boss-boss judi, itu sih ngga usah pake etiket segala,"
Berita Terkait
-
JIS Warisan Anies Baswedan Disebut Tak Penuhi Standar FIFA, Mulai dari Akses Pintu Terbatas hingga Rumput Lapangan
-
Pro Kontra Kesan-Kesan Politis di Renovasi JIS
-
Ide Erick Thohir Tambah Parkiran Disebut Melenceng, PKS: JIS Didesain Anies untuk Transportasi Umum
-
Ganjar Bertemu Sandiaga Uno di Tanah Suci Dirancang PDIP? Begini Jawaban Hasto
-
Mantan Panglima dan Pengusaha, Ini Sosok yang Masuk Bursa Tim Pemenangan Ganjar
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
6 Desa di Cigudeg Diterjang Banjir, Pemkab Bogor Pastikan Bantuan Logistik Mulai Mengalir
-
Suami Depresi, Ibu Buruh Tani Bangga Anaknya Kini Bisa Belajar Gratis di Sekolah Rakyat
-
Antara Gaya Hidup dan Kebiasaan Finansial: Tentang Harga untuk Menjadi Kaya
-
Heboh Suara Perempuan Nyanyi 'Lelaki Cadangan' Saat Wakil Wali Kota Padang Pidato
-
7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
-
Pigai: Kritik Feri Amsari Tak Perlu Dipolisikan, Cukup Dijawab Data
-
Bajak Laut & Purnama Terakhir: Mencari Pusaka Sakti Majapahit 1667
-
Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita
-
5 Rekomendasi Setrika Hemat Listrik yang Bikin Pakaian Licin Sempurna
-
Stadion Belum Siap? Ternyata Ini Alasan Dewa United vs Persib Tak Boleh Dihadiri Penonton