/
Senin, 24 Juli 2023 | 07:01 WIB
Ilustrasi penikaman atau penusukan. (Shutterstock)

Suara Sumatera - Yoshua Samosir (38) tewas usai ditusuk seorang pria mengaku tentara menggunakan senjata tajam diduga sangkur. Korban merupakan pemilik warung kopi (warkop) di Jalan Adi Sucipto Kecamatan Medan Polonia.

Yoshua sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. Korban meninggal karena kehabisan darah usai ditusuk.  Berto Siagian (27) selaku keluarga korban mengatakan, peristiwa terjadi pada Minggu 23 Juli 2023 sekitar pukul 01.00 WIB.

"Saat itu kami lagi di warung, sedang bakar-bakar. Lalu ada mobil dan dua sepeda motor yang dikendarai empat orang datang. Sopirnya keluar menemui dua pengendara motor. Orang itu katanya mau nabrak yang punya mobil," katanya dikutip Senin (23/7/2023). 

Dirinya bersama korban lalu datang ke lokasi untuk memastikan apa yang terjadi. Ketika melihat ke dalam mobil, ada seorang remaja dalam kondisi babak belur.

"Kebetulan remaja di dalam mobil itu kami kenal. Remaja itu minta tolong. Kami paksa turunkan, tapi sopirnya berontak," ujarnya. 

Pelaku membentak warga yang mengerumuninya dengan nada tinggi. Dirinya juga mengaku sebagai tentara. 

"Dia tanya siapa kami. Ya kami bilang kenapa rupanya. Dia ngaku tentara dan menunjuk ke arah Mess Kosek TNI," ungkapnya. 

"Pas dia bilang tentara sini aku, (ditanya balik) tentara mana kau? kata korban," sambungnya. 

Pelaku yang diduga merasa terancam lalu masuk ke mobil dan mengambil sangkur. Pelaku sempat mengancam. Namun, warga dan korban tetap berusaha mengeluarkan remaja dalam kondisi babak belur itu dari dalam mobil. 

Baca Juga: Simpan 1 Kg Sabu di Tas, Lukman Ditangkap di Bandara Kualanamu

Tiba-tiba pelaku menusukkan sangkur ke arah leher korban. Warga yang melihat menjadi takut. Apalagi pelaku masih mengancam dengan memegang sangkur. 

"Korban kan tulang saya, saya bawa ke rumah sakit, meninggal di Rumah Sakit Adam Malik," jelasnya. 

Pelaku kemudian kabur meninggalkan lokasi. Begitu juga dengan remaja yang ada di dalam mobil menyelinap pergi meninggalkan lokasi.

"Saat ini dia (remaja korban penganiayaan) sudah diperiksa polisi," cetusnya. 

Kanit Reskrim Polsek Medan Baru AKP Arjuna Bangun ketika dikonfirmasi SuaraSumut.id, mengatakan pihaknya sedang mengecek kejadian tersebut.

"Kejadian ini sedang kita cek," katanya. 

Load More