Suara Sumatera - Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda kembali menyoroti soal pelarangan ibadah yang terjadi di Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut).
Lewat postingan di akun instagramnya, Abu Janda mengunggah video mengenai adanya sejumlah orang yang menolak adanya kegiatan ibadah.
"Tempat ibadah kami sedang banyak orang-orang yang komplain. Mereka-mereka nih orang-orang suci nih," ujar suara wanita dalam video, dilihat Senin (24/7/2023).
Tayangan video juga menunjukkan suasana mediasi di dalam ruangan antara masyarakat yang hendak beribadah dan yang menolak serta tidak memberikan izin ibadah.
Salah seorang pria dari jemaat menyampaikan rasa kekecewaan mendalam atas adanya pelarangan ibadah ini.
"Kami punya alasan untuk terluka atau sakit hati contohnya bapak ini tadi bilang rabies, nggak begitu caranya," kecewa jemaat.
Proses mediasi ini juga sempat memanas, masyarakat yang menolak tetap bersikeras untuk tidak membolehkan adanya kegiatan ibadah.
Dalam narasinya, Abu Janda mencolek Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wali Kota Binjai Amir Hamzah terkait persoalan pelarangan ibadah di Binjai yang terus terjadi.
Dirinya menuliskan pembubaran ini terjadi di ruko Jemaat Mawar Sharon ini terjadi Minggu 23 Juli 2023.
Baca Juga: Cak Imin Masuk 5 Besar Bakal Calon Wakil Presiden untuk Ganjar Pranowo
"Pertama, menurut aturan SKB 2 menteri Bab 1 pasal 3: umat kristen ibadah di rumah/ ruko/ cafe tidak perlu izin (yang perlu izin itu dirikan gereja). Kedua melarang orang lain ibadah adalah pelanggaran konstitusi yang biadab dan keji," tulis Abu Janda.
Dirinya lalu mencolek akun media sosial Gubernur Sumut dan Wali Kota Binjai agar turun tangan menuntaskan polemik ini.
"Pertanyaannya: sampai kapan pak wali Binjai @officialamirhamzah dan Polres Binjai @polresbinjai.official mau membiarkan kebiadaban seperti ini berlangsung di kota Binjai?" ungkapnya.
"Pak gubernur @edy_rahmayadi coba tengok pak A jangan biarkan marwah negara & konstitusi kebebasan ibadah diinjak-injak kaum intoleran," sambungnya.
Tag
Berita Terkait
-
Abu Janda Ungkap Sosok Influencer Prabowo vs Ganjar, Warganet Bilang Begini
-
Posting Video Kaesang Pangarep Pakai Kaus Bergambar Prabowo, Abu Janda: Maaf Pendukung Ganjar
-
Messi Dikabarkan Batal ke Indonesia, Abu Janda: Mungkin Dia Ogah Main di Tempat yang Rasis Sama Yahudi
-
Bobby Nasution Terima Aspirasi Massa PBB, Abu Janda: Terima Kasih Atas Keberpihakannya Pada Kebebasan Beragama
-
Kritik Penggunaan Diksi Kasar saat Nakes Demo Tolak RUU Kesehatan, Abu Janda: Pakaian Rohani Kelakuan Roh Halus!
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien