/
Minggu, 30 Juli 2023 | 00:37 WIB
Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI). (Ist)

Suara Sumatera - Sebanyak 15 media seiber memilih mengundurkan diri dari Asosiasi Media Sibier Indonesia (AMSI) pada Jumat 28 Juli 2023. Dari 15 media yang telah mengundurkan diri, delapan merupakan bagian dari 26 media pendiri AMSI. Sementara beberapa lainnya bergabung belakangan dan ada yang baru bergabung pada Maret 2023.

"Pengurus Pusat AMSI telah menerima surat pengunduran diri 15 media tersebut, berusaha memahami isinya dan telah menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama membesarkan asosiasi ini," kata Wenseslaus Manggut, Ketua Umum AMSI, dalam keterangan tertulis, Minggu (30/7/2023).  

Sebagai asosiasi perusahaan media dengan anggota mencapai 470 yang beraneka ragam jenis dan segmentasi serta juga model bisnisnya, AMSI tentu penuh dinamika. 

"Ini hal wajar bagi organisasi manapun, dan dari situlah seringkali sebuah organisasi tumbuh dan hidup serta berupaya tetap berguna bagi anggota dan masyarakat umum," ucapnya.

Saat ini, kata Wenseslaus, AMSI mendapat dukungan meneruskan misi dan program organisasi dari sejumlah anggota grup media, seperti seperti MNC, Tribun, Tempo, Kapanlagi Youniverse (KLY), Viva, Katadata, Suara, Mahaka, Radar-JawaPos.

"Semua aktif di kepengurusan dan menjalankan visi misi yang disepakati bersama dalam bingkai yang tetap hangat penuh kekeluargaan," ucapnya. 

Pengurus Pusat dan anggota AMSI di seluruh Indonesia menilai belum terang benar dinamika mana yang menjadi alasan pengunduran diri teman-teman. 

"Dalam pengumuman mereka, tidak jelas visi awal mana yang dianggap tak lagi sejalan, maupun program mana yang dinilai melanggar kesepakatan. Tetapi kerjasama dan perkawanan selama membangun AMSI rasanya terlampau penting untuk sekedar diusik oleh pertanyaan tentang sebuah alasan," ungkapnya.

AMSI yang didirikan pada 18 April 2017 bertujuan mendorong ekosistem media di Indonesia menjadi sehat, menghargai jurnalisme berkualitas, patuh pada serangkaian kode etik, dan tunduk pada kepentingan publik. 

Baca Juga: Menikmati Suara Indah Giant Jay di Lagu Aku yang Salah

"Hanya dengan itu fungsi kita sebagai pers bisa dirasakan manfaatnya dan relevan untuk masyarakat umum," jelasnya. 

Itu sebabnya, selama enam tahun terakhir, AMSI fokus pada serangkaian program perbaikan internal, membenahi konten, mendorong perbaikan sisi teknologi, model bisnis, memotivasi anggota agar memelihara relevansi dengan kebutuhan publik, sembari terus beradapsi dengan perkembangan dunia digital yang berubah begitu cepat. 

"Demi semua tujuan itu, AMSI bekerjasama dengan lembaga pemerintahan, kampus, perusahaan swasta di dalam negeri maupun luar negeri, serta banyak lembaga internasional," cetusnya. 

AMSI juga aktif sebagai konsituen Dewan Pers merumuskan regulasi dan kebijakan untuk merawat dan menjaga kebebasan pers serta meningkatkan kualitas jurnalis dan pers di Indonesia.

AMSI menyadari bahwa menjaga ekosistem media demi kemuliaan jurnalisme itu, tidak bisa dilakukan sendirian. Di lansekap digital, ada begitu banyak pihak yang menentukan perjalanan sebuah berita dari ruang redaksi sampai ke layar ponsel publik. 

Karena itu, selain menyambungkan media anggota dengan channel distribusi konten, AMSI juga secara aktif mendorong platform agar mengutamakan konten yang berkualitas pada kanal distribusi mereka.

Load More