/
Senin, 31 Juli 2023 | 10:53 WIB
Ustaz Abdul Somad (UAS). [Instagram UAS]

Suara Sumatera - Media sosial diramaikan dengan kabar yang menyatakan Ustaz Abdul Somad (UAS) mengajak ribuan warga untuk mendukung Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Dalam klaim video yang dibagikan sang akun YouTube, Ustaz Abdul Somad menyuarakan dukungannya itu saat acara bertajuk “Gelar Festival Muharram.” 

Video yang berdurasi 8 menit itu juga menampilkan momen ketika Ustaz Abdul Somad berpidato di depan jamaahnya. Selain itu pada foto thumbnail YouTube memperlihatkan ribuan orang hadir dalam satu acara.

“MERINDING….!! DIPIMPIN UST SOMAD 50RB JEMAAH SERENTAK NYATAKAN DUKVNG AN1ES 2K24 || BERITA TERBARU,” demikian judul narasi yang disematkan si akun.

Lantas benarkah UAS ajak puluhan ribu jamaah dukung Anies di Pilpres 2024?

PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan dalam video bahwa Ustaz Abdul Somad mengajak 50 ribu warga untuk mendukung Anies Baswedan

Nyatanya, video YouTube itu justru menarasikan artikel kbanews.com dengan judul “Hendri Satrio: Di Lubuk Hati Terdalam, Masyarakat Indonesia Ingin Perubahan,” dan artikel berjudul “Momentum Hijrah 1 Muharram, Ketum KoReAn: Songsong Perubahan Bersama Anies Baswedan.”

Selain judul video yang tidak sesuai dengan narasi, thumbnail foto yang ditampilkan juga tidak sesuai dengan klaim. Rupanya, foto itu merupakan perayaan HUT Mangupura tahun 2018 di Lapangan Puspem Badung. Foto tersebut identik dengan unggahan laman artikel pikiran-rakyat.com pada tahun 2022 lalu.

KESIMPULAN
Dari keterangan di atas, video dengan klaim Ustaz Abdul Somad mengajak 50 ribu warga untuk dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024 merupakan hoaks.

Baca Juga: Usai jadi Tersangka Kasus Suap Kabasarnas, Bos Multi Grafika Cipta Sejati Muslandi Gunawan Menyerah ke KPK

Foto pada thumbnail YouTube itu bukan Gelar Festival Muharram, tapi merupakan acara perayaan HUT Mangupura tahun 2018 di Lapangan Puspem Badung.

Dengan demikian, video yang dibagikan sebuah kanal YouTube tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

Load More