Suara Sumatera - Tersiar video yang menyatakan bahwa putra mendiang mantan Presiden Soeharto, Tommy Soeharto memimpin kampanye Anies Baswedan di Gelora Bung Karno (GBK).
Kabar tersebut dibagikan sebuah kanal YouTube dengan nama pengguna POLITIK INDONESIA belum lama ini.
Pengunggah menyematkan judul narasi dalam videonya sebagai berikut:
"merinding!! tomy soeharto turun gunung, pimpin kampanye anies dan dihadiri jutaan relawan di gbk".
Lalu benarkah klaim yang menyatakan Tommy Soeharto pimpin kampanye Anies Baswedan?
PENJELASAN
Dari penelusuran, tidak ada informasi valid mengenai kabar yang menyatakan Tommy Soeharto memimpin kampanye Anies Baswedan di Gelora Bung Karno Jakarta.
Setelah ditonton, video tersebut hanya berisi potongan video dan gambar dari peristiwa yang berbeda-beda yang digabung menjadi satu.
Narator dalam video tersebut hanya membacakan artikel dari mediaindonesia.com dengan judul artikel “Relawan PKS Tetap Solid Dukung Anies Baswedan”.
Gambar thumbnail identik dengan artikel milik merdeka.com dengan judul “GBK Dipadati Massa Berbaju Putih”, gambar yang asli merupakan foto kampanye Jokowi dengan Ma’ruf Amin di Gelora Bung Karno pada tahun 2019.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Siap Salurkan SAF untuk Rangkaian Ground Test dan Flight Test
Saat itu calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (tengah) berpidato saat Konser Putih Bersatu di Stadion Utama GBK, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Konser itu merupakan kampanye akbar untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.
KESIMPULAN
Dari keterangan di atas, klaim video menyatakan Tommy Soeharto memimpin kampanye Anies Baswedan di Gelora Bung Karno merupakan hoaks.
Dalam video tersebut sama sekali tidak ditemukan pemberitaan tentang Tommy Soeharto pimpin kampanye Anies Baswedan di Gelora Bung Karno.
Denggan demikian, video dengan klaim yang dibagikan kanal YouTube bernama POLITIK INDONESIA itu masuk kategori konten yang dimanipulasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
Tak Diperpanjang, Bangkok United Bongkar Kondisi Pratama Arhan di Akhir Kontrak
-
Curiga Alibi Jatuh di Kamar Mandi, Penjaga Kos di Bandung Diancam Usai Bongkar Kejahatan Pelaku
-
Soal Blok Andaman, Kapolda Aceh Jamin Investasi di Aceh Aman dan Nyaman
-
Sensus Ekonomi DIY Baru 9 Persen, Dibayangi Kekhawatiran Pajak hingga Penolakan Warga