Suara Sumatera - Kawasan simpang patal Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) makin terkenal. Setelah Pemerintah membangun jalan underpass (bawah tanah), kondisi jalan ini pun menjadi icon kemajuan kota Palembang.
Tapi siapa sangka nama simpang patal ternyata memiliki sejarah dan cerita mistiknya. Seorang budayawan Palembang, Hibbani menceritakan jika simpang patal merupakan singkatan dari pabrik pemintalan.
"Patal itu singkatan pabrik pemintalan di tahun 60 sampai 70 an," ujarnya.
Adapun pabrik pemintalan yang dimaksud ialah miliki PT Industri sadang yang dalam perjalananya mengalami kebangkrutan. Saat itu dipabrik ini, pekerjannya banyak
Sampai-sampai pihak pabrik menyediakan shift kerja, mulai dari pagi, sampai sore hari. "Sistem kerja shift dengan penandannya suara suling. Sehingga warga sekitar hafal betul, waktu-waktu operasional pabrik pemintalan ini," sambung Ia.
Selain itu, pabrik dengan bangunan yang luas, juga dikelilingi dengan rumah warga, pertokohan, sehingga ada toko yang paling terkenal ialah Toko Surabaya. "Pabrik tekstil tersebut bangkrut," tegas Hibbani.
Kemudian dalam perkembangannya, di tahun 1970 an, kawasan simpang Patal juga terkenal dengan kawasan Sukamto, karena itulah dikenal dengan jalan tersebut.
Jalan tersebut berada di seberang bekas bangunan pabrik pemintalan kain tersebut.
Baru di tahun 2002, kawasan sekaligus bangunan tersebut dibangun oleh pihak swasta PT Pandawa Lima Halim yang kemudian dibangun mal bernama Palembang Trande Canter (PTC).
Baca Juga: Prabowo Makin Sulit Cari Pendamping: Antara Cak Imin, Erick Thohir, Airlangga hingga Ridwan Kamil
"Di persimpangan, simpang patal makin berkembang dan dikenal, karena adanya kawasan mal," ujar ia.
Namun dikatakan Hibbani, ada sejumlah cerita mistik yang muncul saat membangun komplek tersebut, karena ada tower sekaligus cerobong asap pabrik yang tidak bisa dirobohkan.
"Sampai-sampai pengelola harus membuat sayembara untuk merobohkannya. Lalu apakah benar cerita mistik tersebut," tanya dia.
Berita Terkait
-
Kekeringan Sumsel Meluas, Kualitas Udara Cenderung Memburuk
-
Warga Serbu Kantor PDAM Lematang Enim, Menumpang Mandi Karena Air Sudah Lama Tak Mengalir
-
PAN Sumsel Ngotot Erick Thohir Cawapres Prabowo Subianto: Cak Imin Kurang Dekat NU
-
BREAKING NEWS! Siap-Siap Wong Palembang, Distribusi PDAM Tirta Musi Dimatikan
-
PKS Sebut Sumsel Lumbung Suara: Insya Allah Anies Presiden, Biarkan Partai Lain Dukung Calonnya
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Diancam Trump Bakal Dikirim ke Neraka, Iran Siapkan 'Pusaran Maut' di Selat Hormuz
-
2 Polisi Kawal Rombongan Arteria Dahlan Berfoto di Tikungan Sitinjau Lauik Diperiksa Propam
-
Bikin Bangga, 6 Remaja Indonesia Tampil Menembus Panggung Megah Carnegie Hall di New York
-
BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Ekstrem di Jabodetabek Hingga 17 April
-
Sindiran Telak Mark Carney ke Trump, Kanada Perkuat Gerakan Boikot Produk AS
-
Sinergi BNI dan Pemerintah Dorong Hunian Layak serta Ekonomi Rakyat di Manado
-
Mobil China Naik Harga per April 2026, Kenaikan Chery J6 Tembus Rp 60 Juta
-
Kisah Anak-anak Iran di Tengah Perang: Aku Stres Banyak Suara Ledakan, Berlindung Agar Tak Terbunuh
-
Kebahagiaan Bek Timnas Indonesia Bertambah, Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah
-
Praktik "Palak" Bupati Tulungagung Terkuak, Ajudan Bertindak Jadi Penagih