Suara Sumatera - Pihak AFF dikabarkan membatalkan kemenangan Malaysia atas Indonesia di AFF U-23 usai kontroversi gol kedua yang terjadi saat laga berlangsung.
Pihak AFF dikabarkan membatalkan kemenangan Malaysia atas Timnas Indonesia U-23 nan juga disebut karena Erick Thohir marah besar karena skor 2-1.
Informasi itu sendiri dibagikan oleh kanal YouTube Timnas Garuda Team yang mengunggah video berjudul "ERICK THOHIR MARAH BESAR !! AFF Batalkan Kemenangan Malaysia vs Indonesia U-23, Jadi Tuntutan Saya".
Setelah dilakukan cek fakta, informasi yang menyebut AFF membatalkan kemenangan Malaysia vs Indonesia merupakan kabar bohong.
AFF langsung membatalkan kemenangan Malaysia vs Indonesia U-23 meski kabar pembatalan tersebut adalah disinformasi atau berita palsu.
Pada thumbnail juga terlihat narasi serupa. Hingga kini, video tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 33.000 penayangan.
Apakah benar AFF membatalkan kemenangan Malaysia melawan Timnas Indonesia U-23 karena Erick Thohir marah besar?
PENJELASAN:
Setelah ditelusuri, tidak ada bukti yang memperlihatkan jika Erick Thohir marah besar setelah Indonesia kalah dari Malaysia.
Baca Juga: Jelang Pernikahan Adiba Khanza dan Egy Maulana, Keluarga Mendiang Uje Belum Dikabari Umi Pipik
Pembatalan yang dilakukan AFF pun tidak terbukti. AFF tetap mengesahkan tiga poin pertama Harimau Malaya Muda dan Indonesia harus rela berada di bawah klasemen.
Isi video tersebut tidak sesuai dengan judul yang tertera sehingga klaim yang menyebut AFF membatalkan kemenangan Malaysia vs Indonesia merupakan berita palsu alias hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
Profil Fergus Tierney, Pemain Malaysia yang Bikin Indonesia Terancam Tak ke Semifinal Piala AFF
-
Shin Tae-yong Sadar Timnas Indonesia U-23 Cuma Bisa Pasrah Meski Menang Lawan Timor Leste
-
Peluang Timnas Indonesia di Piala AFF U-23 Tipis, Berharap Pada 2 Negara Ini tapi ...
-
Karhutla Bikin Jarak Pandang Tol Palindra di Ogan Ilir Sumsel Menurun
-
Berbeda Dengan Perahu Dragon, Ini 4 Keunikan Perahu Bidar Palembang
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Lionel Messi Jadi Spider-Man? Aksi Terbangnya Bareng Tom Holland Bikin Heboh
-
Teror Suporter Meksiko: Pasang Petasan hingga Gelar Konser Dadakan Depan Hotel Ekuador
-
Viral Aneh di Piala Dunia 2026: Foto Lewat TV dan Unggah di Sosmed Jadi Tren
-
Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap
-
Erling Haaland Pahlawan! Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman
-
Skandal FIFA! 50 Anggota Parlemen UE Desak Infantino Diseret ke Meja Hijau
-
Viral Video Lawas Ramalan Diego Maradona: Laga Piala Dunia 2026 Dibagi 4 Babak
-
Anak Patrick Kluivert dan 2 Pemain Belanda Jadi Korban Serangan Rasis Usai Kegagalan de Oranje
-
Kalah dari Maroko, Jalanan Belanda Berubah Jadi Medan Perang Suporter vs Polisi