Suara Sumatera - Pasangan Capres-Cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin resmi dideklarasikan oleh Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh pada Sabtu (2/9/2023) di Hotel Majapahit, Surabaya.
Duet mendadak Anies-Cak Imin tentu saja membuat 'gaduh' peta politik. Awalnya, PKB komit dengan Partai Gerindra mengusung Prabowo Subianto sebagai Capres. Namun, saat Golkar dan PAN sudah bergabung, Cak Imin justru menyeberang ke koalisi pendukung Anies.
Nasib Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang digadang-gadang sejak awal akan menjadi Cawapres-nya Anies pun sirna. Demokrat akhirnya menyatakan keluar dari Koalisi Perubahan karena menganggap Anies Baswedan dan Nasdem telah berkhianat.
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Raja Juli Antoni pun ikut mengomentari perubahan kongsi politik itu. Namun, ia menyampaikannya dengan mengulas lagi cerita gagalnya Menkopolhukam, Mahfud MD, menjadi Cawapres-nya Joko Widodo (Jokowi) di detik akhir jelang pendaftaran ke KPU pada Pilpres 2019 silam.
Elit PSI itu mengulas panjang lebar tentang cerita tersebut dengan memberi judul tulisannya di Instagram "Ojo Gumunan, Ojo Kagetan, Ojo Kesusu".
"Jam terbang saya di politik terbilang masih sangat pendek. Masih bocil dan ingusan di banding para senior. Namun, pengalaman penetapan capres-cawapres 2018 membantu mempercepat proses belajar politik saya agar ojo gumunan, ojo kagetan dan ojo kesusu mengambil kebijakan politik," begitu tulis Raja mengawali komentarnya, dikutip dari Instagram Raja Juli Antoni, Senin (4/9/2023).
Raja mengatakan, saat itu pukul 12.00 siang. Dia mengantarkan Mahfud MD ke Istana Negara untuk mengukur baju yang akan dikenakan besok harinya saat mendaftar ke KPU sebagai Cawapresnya Jokowi. Kedatangan tersebut juga untuk mengantarkan profil terbaru Mahfud MD untuk kelengkapan administrasi pendaftaran.
Lewat pukul 15.00 WIB, Raja bersama Grace Natalie (saat itu Ketum PSI), telah sampai di Plataran Menteng. Setelahnya, sejumlah Sekjen partai politik (parpol) pun turut begabung. Selang beberapa menit, seorang Sekjen partai memperlihatkan WA dari Ketua Umumnya kepada Raja. “Geser ke Kyai Ma’ruf” begitu katanya.
"Sebagai pendatang baru di dunia persilatan politik nasional, saya terperanjat. Kaget tak alang-kepalang. Politik kita terlalu dinamis, berubah bahkan dalam hitungan menit. Last minutes. Injury time," tulisnya.
Baca Juga: Surya Paloh Puji Pasangan Capres Anies Baswedan Dan Cak Imin: Botol Bertemu Tutupnya
Raja Juli pun mengabari sejumlah teman dekatnya dengan meminta info tersebut tetap dirahasiakan, sembari menunggu perkembangan dan kepastian informasi finalnya.
Lantas, lewat pukul 4 sore, Presiden Jokowi sampai di Plataran Menteng menyusul para ketum partai yang telah duluan sampai. Dalam pertemuan terbatas dan tertutup, Jokowi resmi menyampaikan keputusan bersama untuk kebaikan bersama. “Saya tahu keputusan ini tidak bisa menyenangkan semua pihak”. Begitu kata Jokowi kala itu.
Jika dilihat hari-hari ini, kata Raja, percaturan politik di Indonesia juga terasa sangat dimamis. Seperti kocok ulang koalisi saat Gus Muhaimin berlabuh menjadi Cawapresnya Anies. "Meski bagi sebagian orang mengagetkan, bagi saya mulai terasa biasa-biasa saja," katanya.
Menurut Raja, pengalaman politik jelang Pilpres 2019 justru jauh lebih dimamis. "Sekarang, saya tidak terkaget-kaget lagi. Ora kagetan. Ora gumunan. Santai. Ojo Kesusu ambil langkah politik," katanya lagi.
Tokoh Muhammadiyah itu mengatakan, drama politik akan terus berlanjut sampai detik-detik capres dan cawapres didaftarkan ke KPU awal November 2023 mendatang.
"Panggung sandiwara akan terus memproduksi lakon-lakon baru dengan kegembiraan dan kekecewaan baru," tuturnya.
Berita Terkait
-
Respons Anies Baswedan soal KPK Usut Dugaan Korupsi di Kemnaker Era Cak Imin: Semuanya Lancar!
-
Anies Baswedan di Depan Kader PKS di Sumut: Sambut yang Memilih Berjuang Bersama Kita
-
Anies Baswedan Mampir ke Warkop Agem Senyum di Medan, Warganet: Ada yang Manis di Samping Pak Anies!
-
AHY Batal Jadi Cawapres Anies, Unggahan Annisa Pohan Naik Motor Jadi Omongan
-
Anies Baswedan Bakal Hadiri Acara PKS di Sumut Hari Ini
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak
-
Diskon Home Care Alfamart April 2026: Rinso hingga Downy Turun Harga, Hemat Sampai 40 Persen
-
Rp850 Juta Dihapus, Anggaran Rumah Dinas DPRD Sumsel Rp8,6 Miliar Masih Dipertanyakan
-
Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'
-
Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah
-
7 Tips Menata Meja Kerja Minimalis di Apartemen Sempit agar WFH Lebih Produktif
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Pasokan Bahan Baku Pupuk Kimia Berpotensi Terancam
-
Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur
-
BMKG: Kalbar Masuk Waspada 6-12 April, Hujan Turun Tapi Risiko Karhutla Meningkat
-
Profil Brian Ardianto, Jebolan MasterChef Indonesia 5 yang Meninggal Dunia Hari ini