/
Kamis, 07 September 2023 | 14:46 WIB
Ilustrasi polusi udara. (Pexels.com/Natalie Dmay)

Sumatera Utara - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) meyebut dalam dua tahun terkahir tren polusi udara di Jabodetabek melebihi batas aman WHO dan batas aman peraturan kualitas udara di Indonesia. 

Pada 7 September 2023 website Indeks Kualitas Udara (AQI), menunjukkan selain Jabodetabek, Jawa Barat dan Sumatra Selatan tercatat pula sebagai kota di Indonesia dengan kualitas udara buruk.

Menurut Kemenkes, peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada periode Januari hingga Juli 2023 di DKI Jakarta, yang semula berjumlah 50.000 kasus, meningkat menjadi 200.000 kasus. 

Melihat fenomani itu, berikut tips mencegah anak tidak terpapar ISPA akibat udara yang buruk:

1. Jalani Gaya Hidup Sehat

Menurut WHO, penyakit ISPA merupakan penyakit yang paling sering menyebabkan kematian pada anak balita. Terdapat beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita mulai dari faktor lingkungan termasuk polusi, kebiasaan merokok, dan kurangnya pengetahuan orang tua perihal ISPA. 

Sedangkan menurut dr. Jaka Pradipta, SpP, polusi adalah partikel organisme berbahaya yang saling berhubungan dengan infeksi dan dapat memengaruhi perlindungan imun dan saluran pernapasan. 

Bahkan, bagi kaum rentan seperti balita, polusi udara yang buruk dapat menyebabkan perkembangan paru tidak sempurna, picu Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), hingga Autisme.

"Salah satu faktor balita lebih rentan mengalami infeksi saluran pernapasan dibanding orang dewasa yakni karena organ vitalnya belum berkembang sempurna. Sehingga pertahanan tubuh bayi terhadap virus belum terbentuk. Sehingga pemberian ASI untuk bayi di bawah 2 tahun dan pemberian gizi sehat dan seimbang, hingga vitamin menjadi sangat penting untuk menjaga imun tubuh," katanya. 

Baca Juga: Tiket Kick Off Sriwijaya FC Kontra Sada Sumut FC Dibandrol Rp60 Ribu-Rp150 Ribu

2. Lengkapi Vaksin

Menurutnya, di tengah kondisi udara yang memburuk, vaksin menjadi senjata untuk mengurangi risiko anak terpapar ISPA. Sehingga, program imunisasi nasional yang dianjurkan Kemenkes RI, seperti vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) untuk mencegah pneumonia (radang paru), vaksin BCG mengurangi risiko tuberkulosis, dan Vaksin DPT-HB-HIB untuk pencegahan batuk rejan serta pneumonia, hingga vaksin Influenza sebaiknya dipenuhi.

"Untuk anak yang memiliki sensitivitas terhadap debu dan udara, rentan terkena batuk dan pilek hingga mengakibatkan ISPA. Sehingga, pemberian imunisasi dapat menjadi upaya pendukung untuk menjaga kekebalan tubuh anak. Vitamin saja tak cukup, namun menjalani gaya hidup sehat menjadi yang utama," ucapnya. 

3. Menjaga Kualitas Udara di Dalam Ruangan

Di saat polusi udara tengah memburuk, orang tua perlu perhatikan kualitas udara, menutup jendela rumah, dan lengkapi hunian dengan air purifier yang sudah dilengkapi dengan filter HEPA. Usahakan setiap satu hari sekali mencuci hidung anak setelah mandi pagi atau sore untuk mengurangi risiko pilek dan ISPA akibat polusi di lingkungan sekitar.

Load More