/
Kamis, 14 September 2023 | 14:00 WIB
Pembina PSMS Medan Edy Rahmayadi. (Instagram @edy_rahmayadi)

Suara Sumatera - Pembina PSMS Medan Edy Rahmayadi menyampaikan pesan ke suporter. Edy berpesan agar suporter tidak melakukan pelanggaran yang dapat merugikan tim. 

Diketahui, PSSI dan PT Liga Indonesian Baru (LIB) telah mengeluarkan surat larangan suporter tim tamu hadir di stadion yang menggelar pertandingan Liga 1 dan Liga 2

Selain itu, penyalaan suar (flare) pada pertandingan akan menyebabkan tim tuan rumah dikenakan denda puluhan juta rupiah atau tergantung jumlah suar yang dinyalakan dalam pertandingan.

"Khusus kepada suporter, anda membakar flare, menghidupkan bunga api itu dendanya Rp 25 juta dan itu klub yang membayar," kata Edy kepada wartawan beberapa waktu lalu. 

Menurut Edy, tidak melakukan pelanggaran merupakan bentuk kecintaan suporter terhadap tim berjuluk Ayam Kinantan. Namun, kata Edy, jika melakukan pelanggaran berarti orang itu tidak menyayangi timnya.

"Kalau kelakukan pelanggaran berarti kalian tak sayang sama tim ini," ucapnya. 

Direktur Utama PT Kinantan Medan Indonesia Arifuddin Maulana mengingatkan betapa ketanya regulasi PSSI dan PT LIB musim ini. Oleh karena itu, dirinya berharap suporter dapat bekerjasama dengan baik.

"Kita berharap kerja samanya. Olahraga sepakbola ini bukan hanya tentang menang dan kalah. Kita semuanya ingin menang, tapi jangan karena kekalahan kita merugikan tim," cetusnya. 

Dirinya juga meminta agar suporter belajar dari beberapa tragedi yang ada di Indonesia, terutama dari tragedi Kanjuruhan. Tindakan yang dilakukan suporter jangan sampai merugikan suporter dan tim yang didukung.

Baca Juga: Dari Sule Hingga Ari Wibowo, Simak 8 Artis Pria yang Dapat Hak Asuh Anak Usai Bercerai

"Kita harus dipiikirkan dulu sebelum bertindak, jangan sampai merugikan tim. Karena sekarang peraturannya ketat. Away (pertandingan tandang) tidak boleh penonton itu datang menggunakan atribut suporter," cetusnya. 

"Jika menggunakan atribut atau nyanyi, tim itu didenda Rp 25 juta. Yang membayar itu tim. Tolong disiasati benar," katanya.  

Load More