Suara.com - Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana BPJS Kesehatan bisa membiayai pengobatan jutaan orang setiap harinya?
Sebagai lembaga yang menjalankan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan memang memiliki tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran.
Salah satu istilah yang sering muncul dalam pembicaraan keuangan mereka adalah mismatch. Sederhananya, mismatch terjadi ketika biaya klaim rumah sakit dan operasional lebih besar daripada jumlah iuran yang terkumpul.
Hal ini wajar terjadi karena tarif iuran yang ditetapkan pemerintah seringkali lebih rendah dari hitungan ideal para ahli (hitung-hitungan aktuaria) demi menjaga agar beban masyarakat tetap terjangkau.
Lantas, dari mana saja uang tersebut berasal? Setidaknya ada tiga sumber utama yang menjaga denyut nadi BPJS Kesehatan tetap berdetak.
1. Iuran Peserta: Kontribusi Gotong Royong
Iuran peserta adalah tulang punggung utama. Prinsip "yang sehat membantu yang sakit" terwujud di sini. Besaran iuran ini bervariasi tergantung pada kategori peserta, seperti:
- Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau Mandiri: Masyarakat yang membayar sendiri iurannya sesuai kelas (Kelas 1, 2, atau 3).
- Penerima Bantuan Iuran (PBI): Warga kurang mampu yang iurannya dibayarkan sepenuhnya oleh pemerintah.
- Pekerja Penerima Upah (PPU): Karyawan yang iurannya dipotong dari gaji dan dibantu oleh pemberi kerja.
2. Hasil Investasi Dana Jaminan Sosial (DJS)
BPJS Kesehatan tidak hanya mendiamkan uang iuran di brankas. Berdasarkan regulasi, mereka mengelola Dana Jaminan Sosial (DJS) melalui instrumen investasi yang aman dan menguntungkan.
Baca Juga: Ramai BPJS PBI Nonaktif, Menkes Sebut Solusi Masih Dibahas Pemerintah
Hasil dari investasi inilah yang kemudian diputar kembali untuk menutupi kekurangan biaya jaminan kesehatan. Meskipun jumlahnya mungkin tidak menutupi seluruh defisit, pendapatan dari investasi memberikan tambahan "napas" finansial yang sangat berarti setiap tahunnya.
3. Suntikan Dana Pemerintah (APBN)
Pemerintah memiliki komitmen kuat untuk memastikan program kesehatan nasional tidak tumbang. Ketika iuran peserta dan hasil investasi belum cukup untuk menambal celah pengeluaran, pemerintah turun tangan melalui alokasi dana cadangan atau subsidi langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dukungan ini membuktikan bahwa kesehatan masyarakat adalah prioritas negara yang tidak bisa ditawar.
Menjaga kesehatan keuangan BPJS Kesehatan adalah kerja kolektif. Dengan adanya perpaduan antara iuran masyarakat, pengelolaan investasi yang cerdas, dan dukungan penuh dari dana pemerintah, program JKN diharapkan bisa terus berkelanjutan.
Sebagai peserta, peran terkecil namun terpenting kita adalah dengan disiplin membayar iuran tepat waktu, agar sistem gotong royong ini tetap kokoh melayani siapa saja yang membutuhkan.
Berita Terkait
-
Cara Mengaktifkan BPJS Kesehatan Mandiri dan Perusahaan yang Tidak Aktif
-
Saat Pemutakhiran Data Bantuan Berujung Pencabutan Status BPJS PBI, Begini Situasi yang Terjadi
-
BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
-
BPJS PBI Nonaktif, Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam: Mengapa?
-
11 Juta Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan, PDIP: Keselamatan Rakyat Tak Boleh Dikalahkan Birokrasi!
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Nasib Pasokan Energi Global Kini di Tangan Xi Jinping, Harga Minyak Sudah Melambung Tinggi!
-
Cara Daftar TKM Pemula 2026 di Bizhub Kemnaker, Lengkap dengan Syarat dan Alurnya
-
Bocoran Revisi Royalti Tambang: Emas, Tembaga, hingga Timah Kena Tarif Baru?
-
Dirjen Anggaran Dicopot Gegara Loloskan Anggaran Motor Listrik MBG? Ini Kata Purbaya
-
Rupiah Tak Berdaya: Terperosok ke Rp17.407 Saat Badai Ekonomi Menghantam Asia
-
Harga Pangan Kian Mencekik, Cabai dan Bawang Naik di Awal Pekan
-
IHSG Masih Merosot pada Pembukaan Senin ke Level 6.959
-
Emas Antam Merosot awal Pekan Ini, Harganya Tembus Rp 2.819.000/Gram
-
Pasar Emas Sedang Konsolidasi? Simak Update Harga Antam dan UBS Hari Ini
-
Keponakan Prabowo Sebut Ekonomi Global Masuk Zona Bahaya