Suara Sumatera - Posisi seks mempengaruhi kecepatan seseorang mencapai klimaks atau orgasme. Hal ini berlaku untuk pria dan wanita.
Psikolog Klinis Dewasa, Inez Kristanti mengatakan, sudah tidak zamannya seks kilat hanya demi kesenangan suami atau sekedar penetrasi Mr P atau penis masuk ke Miss V atau vagina. Sebab, perempuan juga berhak mendapat orgasme saat melakukan quickie.
Quickie atau seks kilat adalah sebuah tradisi melakukan hubungan seksual di tengah padatnya agenda aktivitas sehari-hari.
Adapun salah satu solusinya dengan mengutamakan lebih dulu perempuan, melalui posisi seks woman on top atau perempuan di atas. Dengan cara ini perempuan bisa mendapat orgasme lebih cepat.
"Tips posisi seks untuk quickie, step pertama WOT (woman on top) atau cewek di atas ini buat perempuannya dulu ya biar kita pegang kendali dapat orgasme dulu," jelas Inez, dikutip dari Suara.com, Senin (25/9/2023).
Setelah memastikan perempuan dapat orgasme dengan posisi seks woman on top, pasangan disarankan tidak menunggu lama untuk langsung ganti posisi jadi doggy style, yaitu penetrasi penis ke vagina dilakukan dari belakang dengan cara berlutut.
Menurut Inez cara ini bisa membuat suami mendapatkan orgasme dengan cepat, yang hasilnya lelaki yang ingin segera mendapat kepuasan bisa segera terjawab, dan pasangan suami istri sama-sama puas meski melakukan seks kilat.
"Setelah woman on top langsung satset pindah ke posisi (doggy style) ini. Ini memaksimalkan rasa di laki-laki banget, jadi bisa cepat keluar," jelas Inez.
"Buat perempuan walaupun posisi ini biasanya agak susah buat dapat dapat orgasme lagi, tapi sensasi enaknya beda. Nagih juga sih," lanjutnya.
Baca Juga: Dokter Boyke Bongkar Fakta Sunat Bikin Seks Oral Lebih Nikmat: Khitan untuk Kesehatan dan Seksual!
Namun Inez mengingatkan dua posisi seks kilat ini harus dilakukan dengan keadaan perempuan sudah benar-benar basah alias terlubrikasi agar seks tidak menyakitkan.
Berita Terkait
-
6 Cara Bangkitkan Gairah Seksual, Hubungan Intim Dijamin Lancar
-
Sujud Usai Hubungan Intim Bikin Cepat Hamil, Ini Penjelasan Dokter Boyke
-
Dewi Perssik Murka Difitnah Seks Jelang Nikah hingga Hubungan Intim Saat Haid, Sindir Saipul Jamil: Katanya Ahli Ibadah!
-
Tingginya Gairah Seks Dewi Perssik, King Saipul Jamil Dipaksa Hubungan Intim Saat Haid: Tiap Malam Wikwik!
-
Cara Cegah Vagina Kentut Saat Hubungan Intim, Bawa Happy hingga Ganti Posisi Seks
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
5 HP Samsung Midrange Terbaik 2026, Spek Gahar Harga Makin Terjangkau
-
Dibongkar Aurel Hermansyah, Awal Kedekatan El Rumi dan Syifa Hadju Jadi Obrolan Geng Arisan
-
Dukung KPK Batasi Uang Tunai di Pemilu, PAN: Rakyat Harus Pilih Kapasitas, Bukan Isi Tas
-
Momen Akad El Rumi Jadi Sorotan, Apakah Ijab Kabul Harus Satu Tarikan Napas?
-
Resident Evil Requiem Laku 7 Juta Kopi, Capcom Gelar Pesta Khusus
-
Cole Tomas Allen, Penembak Gala Dinner Donald Trump Ternyata Guru Berprestasi
-
Bukan Cuma Polygon, Ini 5 Sepeda Gunung MTB Kuat Terbaik Budget Terjangkau
-
Kredit Komersial BRI Melesat 58,4 Persen, Meroket Jadi Rp61,4 Triliun
-
Buntut Kasus Little Aresha, Menko PMK Instruksikan Evaluasi Total Daycare se-Indonesia
-
KPK Ungkap Celah Tata Kelola Partai, Soroti Ketiadaan Pengawas Kaderisasi