Suara Sumatera - Nama Luhut Binsar Pandjaitan selalu menjadi perbincangan di negara ini sejak 10 tahun terakhir. Menko Marves itu dikenal sebagai salah satu orang terdekat Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak periode pertama.
Luhut Binsar kerap mendapat tugas khusus dari Jokowi. Saat ini, Jenderal berdarah Batak itu sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Singapura.
Selain cerita soal kariernya di militer hingga menjadi bagian dari penguasa RI saat ini, cerita masa kecil Luhut juga tak kalah menarik. Berikut ulasan singkat tentang masa kecil Luhut Binsar Pandjaitan dikutip dari Suara.com.
Luhut Binsar Pandjaitan lahir pada 28 September 1947. Pria berusia 76 tahun ini menikah dengan seorang perempuan bernama Devi Simatupang yang memiliki peran penting dalam kehidupannya.
Luhut dan Devi dikaruniai sejumlah anak. Masing-masing, Paulus Pandjaitan, Paulina Panjaitan, Kerri Na Basaria, David Panjaitan, dan Kerri Panjaitan.
Masa Kecil Luhut Binsar Pandjaitan
Sewaktu kecil, Luhut memiliki bentuk tubuh gemuk dengan warna kulit putih. Ia yang super aktif pernah dibawa oleh ibunya untuk menyambut kedatangan Presiden Soekarno yang berkunjung ke Balige tahun 1958.
Presiden Soekarno kemudian mendekati Luhut kecil dan dan mengusap-usap kepalanya seraya berkata "Suatu hari nanti, anak ini akan jadi orang besar".
Selain itu, kisah masa masa kecil Luhut juga pernah diseruduk oleh seekor kerbau sampai Ia terjatuh ke tanah. Beruntung, saat itu, Luhut tidak mengalami cidera serius hanya luka gores di bagian punggung.
Baca Juga: Politikus PSI Ade Armando Sebut Tuduhan Jokowi Ingin Bangun Dinasti Politik Lewat MK Tidak Terbukti
Masa Sekolah
Menginjak usia SD (Sekolah Dasar), Luhur sekolah di SD Yayasan Cendana. Setelah lulus SD, Luhut melanjutkan sekolah di SMP Yayasan Cendana dan SMAN 1 Pekanbaru. Namun, Luhut kemudian pindah ke SMAK 1 PENABUR Bandung.
Lulus SMK, Luhut melanjutkan kuliah di Masters in Public Administration, George Washington University, Washington DC, Amerika Serikat dan National Defense University, Amerika Serikat.
Tahun 1970, Luhut juga bersekolah di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) dan meraih penghargaan Adhi Makayasa yang langsung disematkan oleh Presiden Soeharto. Luhut juga menjadi lulusan terbarik.
Mulanya, Ayahnya, Bonar Pandjaitan, menginginkan Luhut untuk melanjutkan kuliah di ITB. Tapi lebih memilih untuk masuk sekolah Akmil di Magelang. Saat lulus akmil dengan predikat terbaik, ayahnya tidak turut hadir bersama ibunya.
Pada tahun 1982, ayahnya meninggal dunia pada saat Luhut berpangkat mayor di militer. Usai Luhut pensiun dari militer, Luhut menjabat sebagai Duta Besar RI di Singapura pada 1999-2000. Lalu, ditunjuk jadi Menteri Presden Perindustrian oleh Presiden Gus Dur.
Karier Luhut semakin cemerlang pada era Presiden Jokowi. Di era Jokowi, Ia menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Menko Polhukam, dan kemudian Menko Maritim dan Investasi sampai saat ini.
Berita Terkait
-
Faisal Basri Ungkap Laporan Intelijen KPK Soal Pengaduan Menko Luhut
-
Luhut Binsar Pandjaitan Dicurigai Penyumbatan Jantung Gegara Kelelahan Parah, Terlalu Sibuk Urus Tugas Negara?
-
Tidak Benar! Menko Luhut Ancam Sapu Bersih Warga Rempang yang Halangi Investasi
-
Sinyal Luhut Pandjaitan Bakal Gantikan Airlangga Sebagai Ketum Golkar: Lihat Saja Lah
-
Makjleb, Luhut Pandjaitan Sebut Jika Ingin Jadi Negara Maju Jangan Selalu Berkelahi
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Melihat Lebih Dekat Teknologi Pembakaran Sampah Jadi Listrik di Tiongkok
-
Bekasi Belajar PLTSa ke China, Siapkan Bantargebang Ikon Pengolahan Sampah Modern
-
Kyrie Irving Datang ke Indonesia Disambut Antusias Freestyle Street Basket Tanah Air
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Kapolres Gowa, Bone, Parepare Hingga Toraja Utara Kena Mutasi
-
Haraku Ramen Samarinda Resmi Dibuka, Halal Mulai Rp25 Ribu
-
Teriak Demokrasi, tapi yang Beda Pendapat Dicap Buzzer: Sehat?
-
Prediksi Skor Kolombia vs Portugal: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Dari Anemia hingga Isu Mental, Ketika Generasi Muda Turun Tangan Racik Solusi Kesehatan
-
Indonesia Sekarat! Amuk Massa di Grahadi dan Meme Kowarso yang Membakar Surabaya