SuaraSumedang.id - Imbas penampilan Persib Bandung di Liga 1 2022/2023 tak kunjung memuaskan, ribuan Viking Persib Club dari berbagai daerah dikabarkan bakal unjuk rasa.
Kedatangan ribuan pendukung Persib atau Bobotoh ke Gedung Graha Persib, untuk meminta agar pelatih Robert Alberts out atau berhenti.
Bahkan, ratusan personel polisi dari Polda Jawa Barat dan Polrestabes Bandung mulai dikerahkan untuk menjaga Gedung Graha Persib.
Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi keributan dengan adanya aksi demonstrasi dari Bobotoh.
Adapun ratusan polisi tersebut sudah datang dari sekitar pukul 10.30 WIB, dengan menggunakan sejumlah kendaraan pengangkut personel.
Dilansir dari SuaraJabar.id, kabar aksi Bobotoh rencananya akan dimulai pukul 12.00 WIB untuk menyampaikan protes performa Persib yang dianggap buruk di awal musim Liga 1 2022/2023.
"Ada sekitar 450 personel," kata Kapolsek Bandung Wetan, Kompol Asep Saepudin, Rabu (10/8/2022).
Berdasarkan tinjauan SuaraJabar.id di lapangan, tampak personel kepolisian mulai berjaga, dan mempersiapkan sejumlah alat untuk melakukan pengamanan.
Selain itu, polisi juga menyiapkan kendaraan taktis yang menjadi sumber suara untuk mengurai massa aksi.
Baca Juga: 5 Etika Pergaulan yang Harus Diperhatikan, Jangan Bersikap Sembarangan
Kendati begitu, arus lalu lintas di Jalan Sulanjana, Kota Bandung, masih dibuka secara normal, dan masih bisa dilalui masyarakat.
Namun, sementara ini warga yang ingin berkunjung ke Graha Persib tak bisa memarkirkan kendaraannya di halaman gedung tersebut lantaran ditutup oleh polisi.
Di samping itu, Viking Persib Club menyatakan, akan ada sekitar 5.000 massa yang melakukan demonstrasi ke Gedung Graha Persib.
Humas Viking Persib Club, Hendra Darmawan mengatakan, ribuan orang yang akan datang tersebut berasal dari berbagai daerah di wilayah Jawa Barat.
"Beberapa sudah menyewa bus untuk datang ke Bandung. Ada juga teman-teman dari Makassar, katanya sudah sampai di Jakarta," kata Hendra.
Dalam surat pemberitahuan yang dilayangkan Viking Persib Club ke Polrestabes Bandung, terdapat dua tuntutan yang akan disampaikan dalam demonstrasi itu.
Berita Terkait
-
Ribuan Viking Bakal Geruduk Gedung Graha Persib Minta Robert Alberts Out, Ratusan Polisi Mulai Berjaga
-
Persik Kediri Kemungkinan Tanpa Arthur Felix Saat Menjamu Borneo FC
-
Tagar Robert Alberts Out Menggema, Pelatih Persib Ingin Tetap Rebut Juara Bersama Maung Bandung
-
Hadapi Persita, Persis Solo Berpeluang Mainkan Dua Pemain Asingnya
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Melaju ke Final Festival Liga Ramadhan, Progres Positif Kendal Tornado FC Youth
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Kolaborasi KUR BRI dan UMKM Genteng Dukung Program Pembangunan Hunian
-
Dari Majalengka ke Berbagai Kota: Genteng UMKM Menopang Program Perumahan
-
BRI Perkuat Pembiayaan UMKM Genteng di Tengah Lonjakan Permintaan Pasar
-
Gentengisasi Dorong Pertumbuhan UMKM dan Serap Tenaga Kerja Lokal
-
Didukung KUR BRI, Usaha Genteng Keluarga di Majalengka Terus Berkembang
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi
-
Permintaan Genteng Meningkat, Pengrajin Majalengka Butuh Tambahan Tenaga Kerja