SuaraSumedang.id - Lokasi penukaran e-ticket atau e-voucher laga kandang antara Persib vs PSIS Semarang berada di 2 titik, yaitu Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Jalan Gatot Subroto No. 96, Bandung dan Komando Distrik Militer (Kodim) 0618, Jalan Bangka No.2, Kecamatan Sumur Bandung, Bandung.
Bobotoh perlu menukarkan e-ticket atau e-voucher dengan gelang penanda untuk bisa masuk ke stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Lokasi penukaran tiket Persib vs PSIS Semarang di Liga 1 2022/2023 pekan keempat yang digelar di GBLA, Sabtu (13/8/2022) mulai dibuka.
Untuk bisa melakukan penukaran e-ticket atau e-voucher sudah dimulai dari pukul 07.00 WIB.
Titik lokasi penukaran tiket Persib Bandung tersebut berada di Seskoad diperuntukan kategori tiket Tribun Timur dan Utara.
Sementara itu, di Kodim 0618 diperuntukan kategori tiket untuk Tribun Selatan, VIP bawah, VIP barat utara, dan VIP barat selatan.
"Mohon diperhatikan akan maraknya tiket laga kandang Persib atau gelang penanda palsu. Untuk menghindarinya, bobotoh hanya bisa melakukan pembelian tiket melalui PersibApps, Persib.co.id dan PersibStore.id," bunyi keterangan pihak Persib dikutip Sabtu (13/8/2022).
Tak hanya itu, suporter tim Maung Bandung (Bobotoh) diingatkan untuk sudah melaksanakan vaksinasi dosis ketiga sebelum membeli tiket Persib.
"Penting untuk diingat, bobotoh diharuskan melakukan vaksinasi dosis ketiga atau booster sebelum melakukan pembelian tiket pertandingan kandang Persib. Karena di lokasi penukaran e-ticket atau e-voucher, Persib tidak menyediakan fasilitas vaksinasi," sambung keterangan tersebut.
Baca Juga: Hujan Deras Guyur Bogor, 2 Rumah di Ciawi Tertimpa Longsor
Selanjutnya, Botoh juga diharuskan membawa data pribadi seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk menukarkan e-ticket atau e-voucher tersebut.
"Selain vaksinasi dosis ketiga, bobotoh juga harus membawa KTP fisik asli selain membawa e-ticket atau e-voucher yang didapat setelah berhasil melakukan pembelian tiket."
Perlu diketahui, penukaran e-ticket atau e-voucher dengan gelang penanda tidak bisa diwakilkan kepada pihak ketiga.
Berita Terkait
-
5 Hits Bola: Deretan Pelatih Liga 1 yang Diprediksi Bisa Bernasib Seperti Robert Alberts
-
Jadwal BRI Liga 1 Hari Ini, Persib Bandung vs PSIS Semarang dan Bali United vs Arema FC
-
Jelang Persib vs PSIS Sore Nanti, Budiman Yunus Harus Mainkan Trio Timnas Indonesia Secara Bersamaan
-
Pulih dari Cedera, Youness Mokhtar Siap Perkuat Bhayangkara FC di Markas Dewa United
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Proyek Panas Bumi di Sumsel Dikebut, Pertamina Geothermal Perkuat Energi Hijau Nasional
-
Komitmen Ciptakan Lingkungan Ramah Anak, PTBA Dapat Apresiasi dari Bupati Muara Enim
-
Promo QRIS Bank Sumsel Babel Ramaikan HUT Sumsel ke 80 di Merchant Favorit Palembang
-
Hadapi Persijap, Persib Bandung Berpotensi Tanpa Marc Klok, Ini Penyebabnya
-
Pidato Perpisahan dengan Barcelona, Lewandowski Tetap Singgung Liga Champions
-
Dipimpin Cristiano Ronaldo, Ini Skuad Mewah Timnas Portugal di Piala Dunia 2026
-
Diinjak hingga Dipukul Double Stick, Cerita Korban Pengeroyokan di Jalanan Pekanbaru
-
Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua
-
Menanti Sejarah Baru Banten Selatan: 6 Fakta Menarik Perjuangan DOB Kabupaten Cilangkahan
-
Saputra Kori Bawa Jimat dari Bali demi Syuting Film Horor di Korea