SuaraSumedang.id - Viral di media sosial Twitter sebuah video yang menayangkan teriakan publik menyebut nama Ferdy Sambo saat kendaraan Polri melintas.
Selain ramai di media sosial Twitter, video itu pun banyak disebar di aplikasi percakapan WhatsApp. Terkini, di media sosial Instagram pun bertebaran unggahan video singkat itu.
Salah satu akun yang mengunggah video itu, @alvinlie21. Alvin mengunggah video singkat yang berisi tentang suasana di jalan raya saat ada beberapa kendaraan Porli melintas.
Kemudian, suara teriakan lantang pun terdengar menyebut nama Sambo beberapa kali. Setelahnya, tampak suara lelaki menerikan Ferdy Sambo dua kali.
"Ketakutan, ketakutan," suara salah satu warga yang terekam dalam video berdurasi 24 detik itu.
"Reaksi spontan publik ketika ketemu kendaraan Polri," tulis akun @alvinlie21 di unggahannya.
"Teriak nama "Sambo" Polri = Sambo Miris, Video dari grup WA," tambahnya.
Namun, akun itu mengaku belum mengetahui siapa pemilik atau yang merekam video itu.
"Pemilik hak atas video belum saya ketahui. Mohon hubungi saya agar dapat saya cantumkan namanya sbg pemilik Hak," cuit @alvinlie21.
Baca Juga: Tayang Hari Ini di Disney Plus, Ini Fakta Menarik Series She-Hulk: Attorney at Law
Terkini video singkat itu sudah ditonton sebanyak 327,6 ribu kali, disukai sebanyak 6.939 kali dan diunggah ulang sebanyak 2.890 kali.
Unggahan itupun dikomentari beragam oleh warganet di Twitter.
"Miris, ini namanya Karena nila setitik rusak susu sebelanga.. kayak udah gak ada harga diri lagi. Padahal gak semua polisi seperti pak FS," ujar @ulf****
Institusi ini mungkin perlu di 'factory reset'. Dah kebanyakan oknum virusnya," saran @faj****
"Suka atau tidak, memang Sambo adalah wajah polisi Indonesia. Sedih sih. Namun pesimis Polri bersungguh-sungguh ingin memperbaiki citranya yang sudah lama hancur. Belum lahir 'Polisi Hoegeng' yang diidam-idamkan seluruh masyarakat Indonesia," tambah @han****.
Berita Terkait
-
Pemeriksaan terhadap Putri Candrawathi akan Diumumkan Polri dalam Waktu Dekat
-
Kocak! Aksi Bocil Freestyle saat Lomba Balap Karung
-
Aksi Sadis Brigjen NA Bunuh Hewan, Kucing-kucing di Sesko TNI Ditembak Mati Pakai Senjata Angin
-
Bikin Iri, Ayah Ini Suapi Sang Putri yang Sudah Remaja Saat Naik Kereta Api
-
Diduga Lelah Diusik, Rita Yuliana Polwan Cantik Beri Peringatan Begini!
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Arne Slot Lega Cedera Mohamed Salah Tak Parah, tapi Absen Lawan Manchester United
-
Ogah Gabung May Day Bareng Prabowo, KPA Ingatkan Masalah Buruh-Petani dan Nelayan Belum Rampung
-
'Tak Akan Ada Kerja Layak di Bumi yang Rusak', Suara Sarekat Hijau Indonesia di May Day 2026
-
Kabar Baik Usai Kecelakaan Bekasi! KAI: 99% Kereta Kembali On Time, 20 Ribu Tiket Tuntas Direfund
-
Jurus Pengelola Daycare Little Aresha Tutupi Kekejaman: Tutur Manis hingga Topeng Agamis
-
Manchester United Masih Kaji Opsi Pelatih, Michael Carrick Jadi Kandidat Terkuat
-
Maut Tak Kasatmata: Leher Terjerat Benang Misterius, Pemotor di Karawang Tewas Berlumur Darah
-
Aliansi GEBRAK Bongkar Fakta Kekerasan Agraria, DPR Diminta Tak Lagi Diam
-
Mason Greenwood Dianggap Terlalu Bagus untuk Marseille, Disarankan Hengkang
-
Hari Buruh dan Realita Pekerja Perempuan: Upah Stagnan, Kebutuhan Melonjak