SuaraSumedang.id - Rekonstruksi pembunuhan Brigadir J alias Nopriansyah Yosua Hutabarat, memberikan banyak hal baru terungkap. Sederet fakta yang sebelumnya masih abu-abu kini mulai tersingkap.
Salah satunya terkait peran tersangka Kuat Maruf (KM) yang ketahuan memberikan ancaman kepada korban, Nopriasyah Yosua Hutabarat.
Sebelumnya, ancaman dari Kuat itu masih terkesan rumor liar yang belum diketahui kebenarannya. Namun berkat adanya reka ulang, maka ancaman itu pun terbukti absah.
Reka ulang adegan pembunuhan berencana yang menyeret mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo itu berlangsung selama 7,5 jam. Rekonstruksi tersebut berlangsung di tuga lokasi, di rumah pribadi Ferdy Sambo, Jalan Saguling III, Jakarta Selatan, rumah dinas Kompleks Polri Duren Tiga, dan rumah Magelang.
Semula, dugaan ancaman yang diterima Brigadir J tersebut disebutkan oleh kekasih almarhum Brigadir J, Vera Simanjuntak.
Vera mengatakan pacarnya mendapat ancaman pembunuhan sehari sebelum insiden pembunuhan berencana terjadi.
Selain Vera, kuasa hukum Brigadir J pun mengungkapkan hal yang sama. Ditambah, Komnas HAM pun menyebut ada keterangan kalau Brigadir J mendapat ancaman.
Berdasarkan keterangan Vera, Komnas HAM menyimpulkan kalau Brigadir J sempat mendapat ancaman pembunuhan dari squad.
Belakangan, diketahui istilah "squad" yang dimaksud itu merupakan Kuat Maruf, sopir keluarga Ferdy Sambo.
Baca Juga: Ini Dua Lokasi Penukaran Tiket Persib vs RANS di BRI Liga 1
Ancaman yang diterima Brigadir J itu berupa larangan naik ke atas untuk menemui istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Brigadir J diancam jika masih nekat naik ke atas, akan dibunuh.
Anggota Komas HAM Choirul Anam menyampaikan adanya dugaan pengancaman itu saat rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI, Senin (22/8), lalu.
Choirul Anam pun memberikan keterangan kepada awak media setelah rekonstruksi itu usai digelar. Ia mengatakan berdasarkan reka adegan, membuktikan bahwa ada ancaman terhadap Brigadir J.
"Ada sejumlah temuan yang terkonfirmasi lewat rekonstruksi, misalnya pengancaman. Ancaman yang ada di Magelang. Dulu kan itu diceritakan Yosua kepada Vera. Lewat rekonstruksi semua itu gamblang," ujar Choirul Anam.
Brigadir J mendapatkan ancaman pembunuhan sebanyak dua kali, pertama di rumah Magelang, dan sesaat sebelum ditembak mati di rumah Ferdy Sambo, Jalan Saguling III, Jakarta Selatan.
"Di Saguling juga terkonfirmasi dengan adegan rekonstruksi. Di Duren Tiga juga begitu," kata Anam.
Tag
Berita Terkait
-
Putri Candrawathi Tak Ditahan karena Punya Bayi, Warganet Sebut Polisi Tak Profesional
-
Nama Anggota TNI Ini Mirip Ferdy Sambo, Senior Beri Pertanyaan Tak Terduga
-
Kelakuan Kuat Ma'ruf saat Rekonstruksi Bikin Publik Geram
-
Bareskrim Polri Tetapkan Enam Perwira Sebagai Tersangka Perkara Menghalangi Penyidikan Kasus Brigadir J
-
Babak Baru Kasus Ferdy Sambo, Pisau Kuat Maruf Yang Ancam Brigadir J
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123