SuaraSumedang.id - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Atang Sutarno mengatakan, yang namanya bencana itu bisa mengancam siapa saja, dan kapan saja.
Oleh sebab itu, BPBP Sumedang menggelar sosialisasi dan mitigasi penanganan bencana alam dilaksanakan di Kantor PLN UP3 pada Kamis (1/9).
Dalam kesempatan tersebut, digelar pula kegiatan simulasi penanganan korban bencana gempa bumi.
"BPBD menggelar simulasi penanggulangan bencana bersama PLN. Kami adakan karena yang namanya bencana itu bisa mengancam siapa saja, dan kapan saja," kata Atang Sutarno.
Atang melanjutkan, simulasi yang dilakukan upaya penyelamatan korban bencana gempa bumi, yang harus dievakuasi dari gedung bertingkat.
Menurutnya, bencana tidak bisa dihindari, jadi harus kita hadapi. Maka dengan simulasi dan mitigasi ini diharapkan betul-betul siap sebagai upaya mengurangi risiko terjadinya korban.
"Bencana tidak dapat dihindari tapi harus kita hadapi. Simulasi dan mitigas ini diharapkan betul-betul siap sebagai upaya meminimalisir risiko terjadinya korban bencana," kata dia.
Dikatakan Atang, simulasi ini memberikan tata cara apa yang harus dilakukan, dan agar masyarakat bisa tenang dalam menghadapi bencana.
"Termasuk hal-hal kebencanaan di dalam gedung, itu kami pun sampaikan," kata dia.
Baca Juga: Sebut Ferdy Sambo Bos Mafia, Ketua Komnas HAM: Dia Tahu Caranya Keluar dari Hukuman
Sementara itu, Plt K3L dan Keamanan PLN Sumedang, Deni Andriani mengatakan, simulasi ini diikuti para karyawan.
Simulasi tanggap bencana ini dilakukan setiap setahun sekali untuk mempersiapkan segala kondisi kedaruratan.
Menurutnya, dengan kegiatan sosialisasi dan mitigasi dari BPBD Sumedang tersebut dalam tubuh PLN pun bisa meminimalisir segara risiko potensi yang akan terjadi bila terjadi situasi darurat.
"Tujuannya untuk mempersiapkan segala kondisi kedaruratan, yang mungkin akan terjadi di lingkungan PLN. Jadi kami meminimalisir segala risiko potensi yang akan terjadi apabila terjadi situasi darurat," kata Deni.
Sumber:Sumedangkab.go.id
Berita Terkait
-
Sosialisasi Pengelolaan Ekowisata Penyu di Perbatasan RI-Malaysia, BPBD Kalbar: Memadukan 3 Komponen Penting
-
Sejumlah Pengunjung Dieng Culture Festival Terkena Hipotermia, Relawan Harus Kerja Keras Evakuasi Korban
-
FABA, Limbah PLTU yang Diolah Menjadi Beton Sebagai Konstruksi Jalan dan Tanggul Penangkal Banjir Rob di Demak
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Teheran Berduka! Presiden Iran: Serangan Licik Israel Tewaskan Esmaeil Khatib
-
Arahan Presiden, Kemenpora Cairkan Bonus Sekaligus Tanggung Pajak Peraih Medali ASEAN Para Games
-
Pemerintah Siapkan Jalan Tol Fungsional dan One Way Antisipasi Lonjakan Pemudik, Ini Rinciannya
-
Guru Besar Trisakti Nilai Penanganan Kasus Andrie Yunus Bukti Negara Tak Pandang Bulu
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
RAM 16GB di Harga 4 Jutaan? Intip 5 Laptop Kejutan untuk Lebaran 2026 Ini!
-
Pelabuhan Merak Padat, 75 Ribu Pemudik Menyeberang ke Sumatera
-
Mudik Lebaran 2026, Skema One Way Nasional Diberlakukan di Tol Trans Jawa
-
Dugaan Operasi Mossad di Dalam Iran! Mata-mata Israel Ancam Seorang Komandan Militer
-
Diserang Rudal Iran? Kapal Induk USS Gerald Ford Kabur dari Medan Tempur, 200 Pelaut Jadi Korban