/
Senin, 05 September 2022 | 13:31 WIB
Ilustrasi ikam dewa. (Antara)

SuaraSumedang.id - Cerita warga Dusun Margamukti, Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang sukses membudidayakan ikan dewa atau ikan kancra.

Dedin Khoerudin bahkan, mengungkapkan ikan dewa yang dibudidayanya telah dieskpor ke luar negeri hingga meraup untung Rp20 juta setiap bulannya.

Dedin pun menyebut, ikan dewa merupakan paling laris saat menjelang Imlek yang menjadi satu di antara tradisi Cina.

Bahkan, ia menyebut keuntungan ekspor ikan dewa tersebut sempat mencapai Rp100 juta.

"Ikan dewa ini paling laris saat menjelang Imlek, satu di antara tradisi di Cina ikan dewa ini dijadikan sebagai menu makanan. Bahkan, saya pernah untung sampai Rp100 juta," ucap Dedin.

Dedin pun mengaku, setiap bulannya menargetkan setiap bulannya harus mampu membudidayakan benih ikan dewa sebanyak 5.000 ekor.

Dikatakan Dedin, benih-benih ikan dewa tersebut untuk memenuhi kebutuhan domestik, dan kebutuhan ekspor.

"Pemasaran mulai dari lokal sampai ekspor. Untuk ekspor kami kirim ke Malaysia, Singapurq, dan Hongkong. Kalau Indonesia kita kirim ke Jakarta, Bogor, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sejumlah wilayah lainnya," kata dia.

Dedin menerangkan, terdapat 9 jenis ikan dewa yang dibudidayakan. Ikan-ikan tersebut berjenis ikan endemik asli Indonesia atau jenis lokal dan jenis ikan dewa luar.

Baca Juga: Wabup Sumedang Sebut Masjid Al-Kamil Jatigede Miliki Daya Tarik Tersendiri

Harga benih ikan dewa ukuran 3-4 sentimeter dibanderol pada kisaran harga Rp4.000-Rp5.000.

Sedangkan, ikan dewa ukuran untuk konsumsi dijual dengan harga kisaran Rp800 ribu-Rp1 juta per kilogramnya.

"Kalau di luar negeri seperti di Malaysia atau Hongkong bisa mahal lagi harga ikan dewa untuk konsumsi ini, bisa sampai Rp3 juta-Rp4 juta," ucapnya.

Sumber:Sumedangkab.go.id

Load More