/
Selasa, 06 September 2022 | 14:53 WIB
Pemumuman yang tertempel di pintu belakang sebuah angkot. (Tangkap layar Instagram @underc0ver.id)

SuaraSumedang.id - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan nonsubsidi membuat publik geram. Efek kenaikan BBM berimbas hampir pada seluruh sektor, termasuk sopir angkot.

Baru-baru ini, unggahan video akun Instagram @underc0ver.id pada Selasa (6/9/2022) terkait cerita sopir angkot menanggapi kenaikan harga BBM ramai di jagat maya. 

Dalam video itu tampak menempel sebuah kertas berisi tulisan di pintu belakang mobil angkot. Isi tulisan dalam kertas itu terpampang jelas dan dapat dibaca oleh penumpang angkot.

Tulisan itu menjelaskan sang sopir enggan menaikkan tarif kepada penumpang. Namun, si sopir meminta agar penumpang memiliki kemurahan hati untuk memberikan ongkos lebih mengingat harga BBM naik.

"PERHATIAN!!! DENGAN ADANYA KENAIKAN BBM SAYA MOHON PENGERTIANNYA DARI PARA PENUMPANG SUPAYA BISA MELEBIHI ONGKOS DARI TARIF BIASANYA. TERIMA KASIH"

Video itu diduga direkam oleh salah satu penumpang angkot. Namun, tak ada informasi terkait lokasi di mana  angkot tersebut beroperasi.

Komentar warganet cukup beragam menanggapi unggahan akun Instargam @underc0ver.id terkait video berdurasi singkat itu.

Berikut di antara komentar warganet:

"Keren pak supir enggak menaikkan harga sepihak tapi meminta lebihan seikhlasnya," kata neter pada komentar diunggahan tersebut dikutip Beritahits.id pada Selasa, (6/9/2022).

Baca Juga: Rusia akan Beli Jutaan Roket dan Artileri dari Korea Utara, Intelijen Buka Suara

"Semoga sama Allah dicukupkan kebutuhanya para pejuang nafkah," ucap netizen.

"Tarif angkutan umum setiap kota harusnya sudah diatur sama aparat setempat. Kalau kaya gini bakalan banyak menimbulkan keributan setiap ada penumpang yang turun," ujar publik.

"Sopan sekali. Semoga lancar rejekinya semuanya," tutur warganet.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan alasan kenaikan harga BBM bersubsidi. Harga pertilite yang semula Rp7.650 menjari Rp10.000 per liter. 

"Ini adalah pilihan terakhir pemerintah, yaitu mengalihkan subsidi BBM. Sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini subsidi akan alami penyesuaian," kata Jokowi dalam Konferensi Pers bersama Menteri terkait perihal Pengalihan Subsidi BBM ditayangkan akun Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (3/9/2022).

Jokowi mengatakan, anggaran subsidi pemerintah sudah meningkat 3 kali lipat dari Rp152,5 triliun menjadi Rp502,4 triliun dan itu akan meningkat terus. Lebih dari 70 persen subsidi justru dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu, yaitu pemilik mobil pribadi.

Load More