Suara Denpasar - Mantan Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Ferdy Sambo belakangan menjadi tokoh paling populer di Indonesia. Tersangka utama kasus pembunuhan Brigadir J itu pun kerap dihubungkan dengan persoalan yang bukan ranah kasusnya.
Seperti soal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh pemerintah. Dia juga dijadikan "kambing hitam" sehingga masyarakat tidak hirau karena asyik menyimak drama kasus yang juga menyeret sang istri, Putri Candrawathi tersebut.
Kali ini Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI) Saiful Anam menuding Jokowi memanfaatkan Sambo Effect dalam memutuskan dan mengumumkan kenaikan harga BBM tersebut.
Sebab, ada yang tidak biasa dilakukan pemerintah dalam pengumuman kenaikan harga BBM.
Seperti dikutip dari terkini.id-jaringan suara.com, umumnya pemerintah menaikan harga BBM pada pukul 00.00.
Tapi, kali ini Presiden Jokowi menerapkan kenaikan BBM sejam setelah diumumkan. Dia menduga, Jokowi menggunakan kasus Irjen Ferdy Sambo sebagai pengalihan agar masyarakat tidak fokus dengan kenaikan harga BBM.
“Biasanya kenaikan BBM 24 jam berlaku atau pada saat jam 00.00. Kali ini sangat aneh bahkan berlaku satu jam sejak diumumkan. Saya melihat Jokowi bisa jadi memanfaatkan isu Sambo sehingga dengan tiba-tiba menaikkan harga BBM,” papar dia, Selasa (6/9/2022).
“Publik terasa terkecoh dengan adanya isu Sambo, yang terasa dimanfaatkan oleh pemerintah untuk menaikkan harga BBM,” imbuhnya. Dia juga menilai kenaikan harga BBM bersubsidi kali ini terkesan buru-buru dan tentunya memberatkan masyarakat.
Di sisi lain, tambah dia, Jokowi dinilai tak konsisten karena pernah mengungkapkan bahwa tidak akan ada kenaikan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2022. Tapi, saat publik tenang dan terfokus dengan kasus drama polisi tembak polisi. Harga BBM malah naik. ***
Baca Juga: Harga BBM di SPBU Vivo Juga Naik Setelah Sempat Viral Karena Lebih Murah
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
KPK Ungkap 3 Moge Gatot Bea Cukai Dibeli Pakai Dana Operasional
-
Polda Metro Jaya Minta Massa Demo 27 Agustus Besok Tak Rusak Fasilitas Umum
-
Gara-gara Ledakan AI, Kabel Laut Yang Dibangun 5 Tahun Habis Dalam Setahun
-
Hindari Macet! Ini Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Saat Demo 27 Agustus
-
Bobotoh Bisa Nonton Persija vs Persib di GBK? ILeague Singgung Demo Jakarta
-
17 Tersangka Karhutla Sumsel Diproses, Lalu Bagaimana dengan 545 Hotspot di Konsesi?
-
Proses Hukum Febrie Adriansyah Dinilai Cederai Keadilan Prosedural
-
Inul Daratista Tegas Tolak Tawaran Masuk Politik: Takut Jadi Umpan Politik dan Tumbal Keadaan
-
Koalisi Ojol Nasional Tegaskan Tak Ikut Demo 27 Agustus: Driver Harus Waspadai Hoaks
-
Kaltim Masuk 10 Besar Nasional Provinsi Rawan Karhutla