SuaraSumedang.id - Pemerintah secara resmi telah mengumumkan kenaikan harga BBM pada Sabtu (3/9), dengan rincian jenis Pertalite Rp10.000 per liter.
Kemudian BBM subsidi lainnya jenis Solar Rp6.800 per liter, dan Pertamax Rp14.500 per liter.
Merepons kenaikan harga BBM tersebut, tarif bus antarkota-antarprovinsi (AKAP) beroperasi di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Jawa Barat naik berkisar Rp30-Rp40 ribu.
Kepala Terminal Cicaheum, Roni Hermanto mengatakan, tarif untuk bus antarakota dalam provinsi (AKDP) naik berkisar Rp10-15 ribu.
"Itu untuk AKAP ya, bus malam. Kalau AKDP naiknya dikisaran Rp10-Rp15 ribu, tapi ada juga PO bus yang tak menaikkan tarif," kata Roni di Bandung, Selasa (6/9/2022).
Roni mengatakan, dari sebanyak 35 PO bus yang beroperasi di Terminal Cicaheum hampir semuanya menaikkan tarif penumpang.
Kenaikan tarif tersebut, kata dia, guna menanggulangi biaya operasional setelah harga BBM naik.
Kemudian, Roni memastikan pihaknya berupaya menjaga kestabilan harga, dikarenakan jangan sampai kenaikan tarif itu memberatkan calon pemumpang.
Terlebih, dengan kenaikan tarif bus berdampak hingga merugikan pengelola bus itu sendiri.
Baca Juga: Kemnaker Siap Salurkan BSU 2022, Simak Syarat Terbaru dan Jadwal Pencairannya
"Pengusaha juga kalau tidak menaikkan nanti tidak bisa menutup (biaya) operasional, kan solarnya naik," ucapnya.
Kendati PO bus sudah menaikkan tarif, dikatakan Roni, pihaknya masih menunggu keputusan adari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) soal tarif bus yang resmi.
"Keputusan dari Gubernur untuk AKDP, untuk AKAP itu masih menunggu dari Kemenhub," katanya.
Jumlah penumpang bus di Terminal Cicaheum pun mengalami penurunan sejak kenaikan harga BBM.
Dibandingkan Minggu (4/9) ada penurunan penumpang sebanyak 20 persen.
"Mungkin masyarakat kalau tidak perlu-perlu banget berangkat ya tidak pergi, kan sekarang juga sudah zaman teknologi juga, jadi mungkin memaksimalkan online," ucap Roni.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Melaju ke Final Festival Liga Ramadhan, Progres Positif Kendal Tornado FC Youth
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Kolaborasi KUR BRI dan UMKM Genteng Dukung Program Pembangunan Hunian
-
Dari Majalengka ke Berbagai Kota: Genteng UMKM Menopang Program Perumahan
-
BRI Perkuat Pembiayaan UMKM Genteng di Tengah Lonjakan Permintaan Pasar
-
Gentengisasi Dorong Pertumbuhan UMKM dan Serap Tenaga Kerja Lokal
-
Didukung KUR BRI, Usaha Genteng Keluarga di Majalengka Terus Berkembang
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi
-
Permintaan Genteng Meningkat, Pengrajin Majalengka Butuh Tambahan Tenaga Kerja