/
Sabtu, 10 September 2022 | 16:53 WIB
Presiden Jokowi melakukan kunjungan ke pasar dan memberikan bantuan sosial kepada para pedagang serta penerima bantuan program keluarga harapan. (presidenri.go.id)

SuaraSumedang.id – Aksi Hacker Bjorka mendapat respon dari Kepala Sekretariat Presiden. Mengingat sebelumnya aksi yang dilakukan dengan menjual data yang telah diretas dari Kementerian Kominfo berisi registrasi SIM Card dan meretas data kepresidenan Jokowi yang berisi komunikasi antar pemerintahan. 

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono menyampaikan bahwa data dari Presiden Joko Widodo tidak ada surat maupun dokumen yang bocor di internet. Dilansir Suara.com Sabtu (10/9/2022).

“Nanti pihak Sekretariat Negara akan menyampaikan. Tidak ada isi surat-surat yang bocor,” kata Heru  menanggapi informasi beredar yang menyebutkan surat dan dokumen untuk Presiden Jokowi telah diretas oleh akun beridentitas Bjorka, hari ini.

Menurutnya, informasi yang beredar mengenai surat berlabel rahasia dari Badan Intelijen Negara dan surat lainnya untuk Presiden Jokowi bocor di forum peretas (hacker) merupakan informasi bohong. Ia menambahkan informasi tersebut merupakan kebohongan dan bentuk pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Perlu saya tegaskan adalah itu sudah melanggar hukum UU ITE. Saya rasa pihak penegak hukum akan memproses secara hukum dan mencari pelakunya,” ujar Heru.

Diketahui peretas dengan identitas Bjorka melalui grup Telegram mengklaim telah meretas surat menyurat milik Presiden Jokowi, termasuk surat dari BIN. 

Data dari Kominfo yang berisikan registrasi SIM CARD, sehingga data publik yang berhubungan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) ikut terjual.

Klaim dari Bjorka tersebut kemudian diunggah oleh salah satu akun Twitter "DarkTracer : DarkWeb Criminal Intelligence", yang kemudian viral dan sempat menjadi salah satu topik pembahasan terpopuler (trending topic) di Twitter hingga Sabtu pagi.

Dalam unggahan di akun Twitter itu disebutkan bahwa surat dan dokumen untuk Presiden Indonesia, termasuk surat yang dikirimkan BIN dengan label rahasia telah bocor.

Baca Juga: Geng Ferdy Sambo Dipecat, AKBP Jerry Raimond Siagian Dicap Tak Profesional dalam Mengungkap Kasus Kematian Brigadir J

Peretas dengan identitas Bjorka juga sebelumnya kerap mengklaim telah meretas data-data terkait kependudukan Indonesia, seperti data registrasi "SIM Card Prabayar" dan data milik salah satu provider telekomunikasi.

Load More